HALTENG— PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus menjalankan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada operasional industri, tetapi juga memperkuat kebersamaan karyawan, mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta menjaga keanekaragaman hayati di kawasan industri.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah IWIP Fun Games 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung jargon “Just play, have fun, enjoy the game”, kegiatan tersebut berlangsung pada 8–15 Agustus 2026 di Lapangan Olahraga Tanjung Ulie dan melibatkan keluarga besar IWIP.
Beragam perlombaan khas perayaan 17 Agustus dihadirkan untuk membangun kekompakan, kreativitas, serta sportivitas antarkaryawan. Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain baki pingpong, estafet balap karung helm, menyusun piramida, bakiak, estafet bola pingpong, tarik tambang, estafet balap kelereng, hingga senam kreasi.
Rangkaian perlombaan berlangsung meriah dan menjadi kesempatan bagi karyawan dari berbagai departemen untuk berinteraksi serta mempererat hubungan kerja.
Bagi IWIP, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, semangat gotong royong, kebersamaan, dan nasionalisme di tengah keberagaman karyawan.
Dorong Transportasi Berkelanjutan
Selain kegiatan yang memperkuat kebersamaan karyawan, IWIP juga terus mendorong upaya pengurangan emisi karbon dioksida (CO₂) di kawasan industri melalui penerapan teknologi ramah lingkungan.
Salah satunya dilakukan dengan menggunakan truk listrik jenis dump truck untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Penggunaan kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Kehadiran truk listrik diharapkan dapat mendukung sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang, kendaraan listrik juga memiliki potensi mengurangi tingkat kebisingan serta biaya operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen IWIP dalam mengembangkan kawasan industri yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta pemanfaatan teknologi hijau.
Lebih dari 90 Ribu Tenaga Kerja
Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2018, IWIP telah menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja.
Para karyawan yang berasal dari beragam latar belakang, keahlian, dan pengalaman menjadi bagian penting dalam perjalanan serta pertumbuhan perusahaan. Kontribusi mereka turut mendukung kelancaran operasional IWIP di berbagai bidang.
Dalam menjalankan aktivitas perusahaan, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antardepartemen menjadi faktor penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Di tengah lingkungan kerja yang dinamis dan multikultural, IWIP terus mendorong karyawan untuk mengembangkan kompetensi, menjaga profesionalisme, serta mengutamakan keselamatan dalam bekerja.
Perusahaan menilai kemajuan IWIP tidak terlepas dari peran dan dedikasi seluruh karyawan yang terus tumbuh dan berkembang bersama.
Sanctuary Park Jadi Kawasan Konservasi
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan IWIP melalui upaya menjaga keanekaragaman hayati di tengah pengembangan kawasan industri.
Salah satunya melalui pembangunan Sanctuary Park, kawasan konservasi dengan luas sekitar 11 hektare yang menjadi tempat perlindungan flora dan fauna, khususnya spesies endemik Maluku Utara.
Sanctuary Park tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai keanekaragaman hayati bagi karyawan maupun para pemangku kepentingan.
Di kawasan tersebut terdapat sejumlah zona konservasi, mulai dari area tanaman endemik, penangkaran berbagai jenis burung dan kupu-kupu, hingga zona reptil seperti ular dan buaya. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi sejumlah satwa lokal lainnya.
Beberapa spesies yang dapat dijumpai antara lain Kasturi Ternate, Nuri Pipi Merah, Soa-soa Layar, dan Gagak Halmahera.
Sementara itu, sejumlah flora endemik yang dilestarikan mencakup Ardisia ternatensis, Microcos ceramensis, Piper caducibracteum, dan Jasminum zippelianum. Selain itu, terdapat berbagai jenis anggrek dan tumbuhan hias lokal seperti Bulbophyllum sp., Malaxis sp., dan Plocoglottis sp.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, IWIP berupaya menempatkan aspek kebersamaan, teknologi hijau, pengembangan sumber daya manusia, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kawasan industri di Maluku Utara. (**)










