Riekerink Bangga Timnya Curi Poin Penuh di Gelora Kieraha Ternate

Olahraga47 Dilihat

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink menyatakan, kemenangan atas tuan rumah 1-2 di Gelor Kieraha Ternate, Minggu (12/4/2026) malam, disambut positif dan menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa timnya mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Kemenangan ini menunjukkan bahwa kami mulai bermain lebih baik. Persaingan antar pemain di dalam tim juga semakin sehat, sehingga semua pemain ingin memberikan yang terbaik saat diberi kesempatan,” ungkap Riekerink usai laga Dewa United vs tuan rumah Malut United, Minggu.

Meski meraih kemenangan, ia tetap memberikan apresiasi kepada Malut United yang dinilai tampil cukup baik, terutama pada 10 menit terakhir pertandingan yang berlangsung cukup menekan.

Sementara itu, kapten Dewa United, Riky Kambuaya, mengaku bangga dengan perjuangan seluruh rekan setimnya. Ia menilai kemenangan di kandang lawan bukanlah hal mudah, sehingga hasil ini patut disyukuri.

“Saya bangga dengan kerja keras semua pemain. Kami bisa meraih kemenangan di kandang Malut United, itu bukan hal yang mudah,” katanya.

Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Malut United untuk segera berbenah, sementara Dewa United semakin percaya diri menatap laga-laga berikutnya di kompetisi.

Dewa United berhasil mengalahkan tuan rumah Malut United dengan skor 2-1 dalam laga berlangsung di Stadion Gelora Kieraha, Ternate, Minggu malam, menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu tuan rumah.

Sementara, Pelatih Malut United, Hendri Susilo, secara terbuka mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil tersebut, terutama karena timnya dinilai memiliki banyak peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.

Seperti diketahui, laga baru berjalan 21 menit, Alex Martins sudah membawa Banten Warriors julukan Dewa United untuk unggul 1-0 lewat skema serangan balik, dengan mudah sang striker menciptakan gol ke gawang yang dijaga Muhammad Ridwan.

Malut United baru bisa menyamakan kedudukan dipenghujung babak pertama, tepatnya menit 45+1.

Lewat tendangan pinalti, David da Silva membuat seisi stadion bergemuruh, skor imbang 1-1, tetapi di masa injuretime Alex Martins berhasil mencetak gol membawa Dewa United menang 2-1 atas tuan rumah Malut United.

Menurut Hendri, secara permainan Malut United sebenarnya tidak tampil buruk.

Bahkan, sejumlah peluang berhasil diciptakan sepanjang pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih hasil positif di kandang sendiri.

“Banyak peluang yang kami dapatkan, tapi tidak bisa menjadi gol. Sementara lawan bisa mencetak gol dari kesalahan pemain belakang kami yang tidak sesuai dengan instruksi,” ujarnya usai pertandingan.

Ia juga menyoroti adanya masalah koordinasi antar pemain di lini depan, yang dinilai turut memengaruhi efektivitas serangan tim. Hendri menyebut adanya ego di antara pemain, khususnya antara Da Silva dan Yakob Sayuri, yang seharusnya bisa dihindari.

“Dalam sepak bola itu harus menjaga jarak dan kerja sama. Kalau ada ego, tentu akan merugikan tim. Itu yang harus segera kami perbaiki,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Hendri juga mengaku merasa malu atas kekalahan tersebut, terlebih karena terjadi di hadapan pendukung sendiri. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan melakukan evaluasi menyeluruh agar bisa tampil lebih baik di laga berikutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pemain Malut United, Abduh Lestaluhu. Ia mengakui timnya sudah berusaha maksimal dan menciptakan banyak peluang, namun belum mampu mengubahnya menjadi gol.

“Peluang sudah banyak, tapi memang belum bisa kami manfaatkan dengan baik. Ini jadi pelajaran penting untuk kami ke depan,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *