Tobelo,- Dua orang pendaki Gunung Dukono yang terletak di kabupaten halmahera Utara berdasarkan informasi yang dihimpun menjadi korban meninggal dunia akibat terkena material erupsi gunung tersebut. Jumat (8/5/2026).
Kedua korban untuk sementara diketahui bernama Timo dan Sahnaz yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura. Sementara satu pendaki lainnya dari warga lokal dengan nama Enjel hingga kini masih dinyatakan hilang. Dan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan
Hal ini disampaikan oleh Korpos Basarnas Tobelo Rudin Jasrodji bahwa total korban sebanyak 20 orang. Dan 15 orang melakukan evakuasi mandiri.
“Sementara 5 orang lainnya. 2 orang diantaranya meninggal dunia, 2 orang lagi hilang dan 1 orang lagi melaksanakan pencarian korban yang hilang di puncak Dukono.”jelas Rudin
Terpisah, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan aktivitas pendakian ke kawasan kawah sebenarnya telah dilarang sejak 17 April 2026 menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.
“Mulai 17 April 2026 kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini area kawah dalam radius empat kilometer masih ditutup,” kata Bambang.
Menurut dia, para pendaki diduga memasuki kawasan gunung tanpa melapor ke pos pengamatan sehingga jumlah pasti rombongan yang berada di area puncak tidak diketahui.
“Mereka naik tanpa melapor ke pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas,” ujarnya.










