TOBELO,– Titik terang pencarian korban erupsi Gunung Dukono datang dari udara. Drone thermal milik Brimob Polda Malut berhasil mendeteksi titik koordinat diduga korban di bibir kawah, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Koordinat tersebut langsung disampaikan ke BPBD Halut dan Tim SAR Gabungan di Posko Mamuya. Tim darat kemudian bergerak menyusuri rute berdasarkan data dari drone Brimob.
“Tepat sekira pukul 14.20 WIT, tim evakuasi yang sampai di puncak memonitor satu korban tertimbun abu dan batuan di titik koordinat yang diberikan tim drone,” kata Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani di Pos Pemantauan Dukono, Galela.
Danki Kompi 1 Yon A Pelopor Iptu Thilio Bintang Onasis, membenarkan drone Brimob diterbangkan sejak pagi untuk sisir zona berbahaya. “Setelah kabut mulai tipis, drone kami tangkap anomali di bibir kawah. Koordinat langsung kami teruskan ke BPBD dan Basarnas untuk ditindaklanjuti tim darat,” ujarnya
Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun sebagian abu dan puing batuan. Identitasnya belum teridentifikasi dan saat ini masih proses evakuasi.
Penemuan ini memangkas waktu pencarian di hari kedua Operasi SAR. Dari 20 pendaki, 17 sudah selamat. Dengan temuan ini, tersisa 2 orang lagi yang masih dicari.










