TOBELO,– Peringatan Idul Adha tahun ini dimanfaatkan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, untuk mempererat hubungan dengan warga Malifut. Rabu, 27 Juni 2026, ia datang langsung ke Masjid Attaqwa di Desa Ngofakiaha untuk menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia masjid.
Acara berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Sejumlah kepala OPD Pemkab Halut ikut hadir, dan warga sekitar antusias menyambut kedatangan bupati. Bantuan hewan kurban ini disebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap perayaan hari besar umat Islam sekaligus memperluas semangat berbagi di Malifut.
Dalam sambutannya, Bupati Piet menekankan bahwa Iduladha lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, momen ini bisa dipakai untuk menumbuhkan rasa peduli antarwarga dan antara masyarakat dengan pemerintah.
“Ini bukan hanya serah terima hewan kurban. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa merapatkan jarak antara kami di pemerintah daerah dan masyarakat. Kalau semangat berkurban ini kita jaga, saya yakin kerja bersama untuk Halut yang lebih baik akan lebih mudah,” kata Piet.
Ia juga mengingatkan bahwa inti dari kurban terletak pada keikhlasan berbagi, bukan sekadar jumlah daging yang dibagikan. “Kalau kita ikhlas berbagi, sekat-sekat itu akan hilang dengan sendirinya. Kita jadi merasa satu, dan dari situlah kekuatan Malifut dan Halut terbentuk,” ujarnya.
Pengurus Masjid Attaqwa menyambut baik kunjungan tersebut. Perwakilan panitia kurban menyampaikan terima kasih atas perhatian bupati. Mereka berjanji akan menyalurkan daging kurban secara adil dan transparan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati. Ini memberi semangat baru bagi kami. InsyaAllah pembagian daging akan kami lakukan tepat sasaran dan sesuai data penerima,” ungkap salah satu pengurus.
Selain menyerahkan kurban, Bupati Piet juga meninjau pembangunan fisik Masjid Attaqwa yang masih berjalan. Setelah itu, ia makan bersama warga Malifut dalam suasana akrab.
Momen Iduladha, kata Piet, bisa menjadi jembatan untuk mempererat kebersamaan. “Saat kita duduk bersama, makan bersama, dan berbagi, maka pengabdian kepada sesama itu jadi lebih hidup,” tutupnya.










