Larangan Pendakian Gunung Dukono Dilanggar, Sembilan Pendaki Dievakuasi Paksa

Halmahera Utara725 Dilihat

TOBELO – Meski Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah melarang masyarakat dan wisatawan melakukan pendakian ke Gunung Dukono. Namun Larangan itu justru dilanggar oleh sejumlah pendaki yang nekat menerobos jalur larangan tersebut.

Buntutnya, Semua pendaki akhirnya di evakuasi paksa untuk turun dari gunung Dukono karena memasuki jalur pendakian tanpa izin resmi.

Danpos Basarnas Tobelo, Rudin M. Jasrodji, mengatakan sembilan orang yang terdiri dari wisatawan domestik, warga negara asing dan porter lokal berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan. Kamis (18/6/2026).

Menurut Rudin, keberadaan rombongan tersebut diketahui setelah BPBD Halmahera Utara menerima laporan dari Kepala Desa Kokota Jaya pada Rabu (17/6/2026). Dimana, Seorang warga yang sedang berkebun melihat sekelompok orang diduga akan melakukan pendakian menuju Gunung Dukono.

“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh rombongan pada pukul 13.15 WIT saat mereka sedang dalam perjalanan turun dari Gunung Dukono, tepatnya di antara Pos 1 dan Pos 2. Seluruhnya kemudian dievakuasi dan tiba di Kantor Desa Kokota Jaya pada pukul 15.01 WIT dalam keadaan selamat,” ujar Rudin

Ia menjelaskan, saat dimintai keterangan, rombongan tersebut mengaku telah memperoleh izin pendakian dari Pemerintah Desa Mamuya. Namun setelah dilakukan konfirmasi, pemerintah desa setempat memastikan tidak pernah mengeluarkan izin kepada rombongan tersebut.

Sebelumnya, pada 16 Juni 2026, rombongan itu juga diketahui sempat mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya untuk mencari informasi terkait aktivitas erupsi Gunung Dukono.

Atas laporan tersebut, Bupati Halmahera Utara menginstruksikan BPBD bersama unsur terkait untuk melakukan pencarian. Namun, kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat operasi baru dapat dilakukan pada Kamis pagi.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tobelo, BPBD Halmahera Utara, Satpol PP, Pemerintah Desa Kokota Jaya dan masyarakat setempat kemudian bergerak melalui jalur pendakian Desa Kokota Jaya hingga berhasil menemukan seluruh rombongan.

Tiga warga negara asing yang ikut dalam pendakian tersebut yakni Christopher Joseph (60) asal Australia, Samantha Tracey (51) asal Australia, dan Carlos Eduardo (51) asal Amerika Serikat.

Sementara pendaki domestik terdiri dari Adi Susanto (53) yang merupakan pemandu geologi wisata gunung api dan Donald (45) sebagai asisten.

Empat porter lokal yang turut mendampingi rombongan adalah Elias Mandag (40) warga Desa Ruko, Djabil Abdulah (42) warga Desa Mamuya, Rusli (38) warga Desa Mamuya, dan Donald (43) warga Desa Ruko.

Rudin menegaskan, larangan pendakian Gunung Dukono masih berlaku dan masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian demi menghindari terulangnya peristiwa yang membahayakan keselamatan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *