TERNATE– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Maluku Utara pada periode 22–28 Juni 2026 secara umum cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah daerah.
Petugas Prakirawan BMKG Sultan Baabullah Ternate, Marini Z.I. Albaar, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer pada periode ini tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung terhadap wilayah Maluku Utara.
Namun, adanya pola belokan angin, perlambatan dan pertemuan angin, serta anomali suhu muka laut yang aktif di sekitar Laut Maluku berpotensi meningkatkan massa uap air dan mendukung pembentukan awan konvektif.
“Secara umum, kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode 22 hingga 28 Juni 2026 diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga hujan lebat di seluruh wilayah Maluku Utara,” ujarnya.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Mekkhala yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina.
Siklon tersebut bergerak ke arah barat dengan kecepatan rata-rata 12 knot dan berdampak pada peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang di perairan Maluku Utara.
BMKG memperkirakan tinggi gelombang di wilayah perairan Maluku Utara berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi dampak hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang yang dapat terjadi sesaat sebelum hujan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Wilayah Berpotensi Hujan
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Taliabu.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, serta Pulau Taliabu.
Adapun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
Pada tanggal 22–23 Juni 2026, potensi hujan diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Utara.
Selanjutnya pada 24–25 Juni 2026, kondisi serupa berpotensi terjadi di Kabupaten Halmahera Barat.
Sementara pada 26–28 Juni 2026, potensi hujan diprakirakan meluas ke Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kapasitas infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam kondisi siap guna mengantisipasi peningkatan curah hujan selama periode tersebut.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan diharapkan memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG secara berkala. (**)










