HALMAHERA TENGAH — Semangat nasionalisme dan komitmen untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi pesan penting dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di lapangan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (17/8/2026).
General Manager Human Resources Development (HRD) PT IWIP, Roslina Sangaji, mengatakan momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun semangat belajar, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia, khususnya masyarakat Maluku Utara, agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Roslina menegaskan, semangat nasionalisme yang dimilikinya mendorong dirinya untuk melihat lebih jauh masa depan masyarakat Maluku Utara.
Menurutnya, masyarakat harus terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan agar suatu saat mampu menduduki posisi strategis, termasuk menjadi manajer di berbagai bidang.
“Semangat nasionalisme saya sudah tentu. Saya ingin ke depannya masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia luar biasa. Kita harus belajar dan belajar, supaya suatu saat kalian bisa menjadi manajer semuanya. Saya ingin banyak orang Maluku Utara menjadi manajer dan sebagainya,” ujar Roslina.
Ia mengatakan, perusahaan harus memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berkembang. Menurutnya, keberadaan industri di Maluku Utara tidak hanya harus memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan karier bagi putra-putri daerah.
Roslina menilai, masyarakat Maluku Utara memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, tetapi juga mampu menempati posisi kepemimpinan di lingkungan industri.
“Kita memberikan ruang. Saya sudah bekerja, masyarakat telah bisa berkomentar dan mengemukakan pendapat mereka,” katanya.
Menurut Roslina, keberanian masyarakat dalam menyampaikan pendapat merupakan bagian dari proses membangun lingkungan kerja dan kehidupan sosial yang lebih baik. Kritik maupun masukan, kata dia, harus ditempatkan sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan.
Ia menekankan bahwa setiap masukan, termasuk kritik yang bersifat negatif, tidak semestinya langsung dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Selama disampaikan untuk tujuan membangun, kritik dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas ke depan.
“Bukan hanya menghargai hari kemerdekaan, kita juga harus menghargai budaya. Hari ini semuanya saling menghargai di sini,” ujarnya.

Roslina juga mengajak seluruh elemen di lingkungan IWIP untuk menjaga budaya saling menghormati. Menurutnya, keberagaman yang ada di kawasan industri harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, baik antara karyawan, perusahaan maupun masyarakat di sekitar kawasan.
Ia menilai, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu menerima kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.
“Yang ada masukan negatif, kita jadikan masukan yang membangun untuk menjadi lebih baik ke depan,” tegasnya.
Upacara HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat
Sementara itu, perayaan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT IWIP dipusatkan di lapangan PT IWIP dan berlangsung dengan khidmat.
Upacara tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan seluruh keluarga besar perusahaan.
Dalam pelaksanaan upacara, Ipda Aswan dipercaya bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, tugas Komandan Paskibraka dipercayakan kepada petugas yang telah ditunjuk untuk mengawal seluruh rangkaian pengibaran Sang Merah Putih.
Pembawa baki dalam upacara tersebut adalah Titin Sundari, yang merupakan purna Paskibraka tahun 2019. Sementara petugas penurunan bendera dipercayakan kepada Riska Abdullah, purna Paskibraka tahun 2018.
Keterlibatan para purna Paskibraka tersebut turut memberikan makna tersendiri dalam pelaksanaan upacara. Mereka kembali mengambil bagian dalam momentum peringatan kemerdekaan dengan membawa pengalaman dan semangat yang pernah mereka jalani saat menjadi anggota Paskibraka.
Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan PT IWIP tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman karyawan dan masyarakat yang berada di kawasan industri tersebut.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan dapat diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata, peningkatan kompetensi, inovasi, serta kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk berkembang.
Bagi Roslina, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk belajar, berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan. Khusus bagi masyarakat Maluku Utara, ia berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mampu meningkatkan kapasitas hingga menduduki posisi strategis di berbagai bidang.
Dengan semangat tersebut, peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI di PT IWIP diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun SDM yang lebih kompeten, terbuka terhadap kritik, menghargai keberagaman, serta memiliki keberanian untuk menjadi pemimpin di masa depan. (**)










