Lembaga Adat Empat Sangaji Serukan Jaga Kamtibmas dan Suasana Kondusif di Lingkar Tambang NHM

Halmahera Utara206 Dilihat

HALMAHERA UTARA— Lembaga Adat Empat Sangaji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah dinamika wilayah lingkar tambang PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen para pemangku adat dalam menjaga marwah dan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Bagi Lembaga Adat Empat Sangaji, setiap persoalan di wilayah adat harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan penyelesaian secara damai agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pengurus Adat Pagu, Yerni Betek, mengatakan lembaga adat memiliki tanggung jawab menjadi payung pelindung bagi seluruh masyarakat. Karena itu setiap persoalan perlu dikaji dan diselesaikan secara bijaksana dengan mempertimbangkan kepentingan bersama.

“Komitmen utama kami adalah memastikan setiap masalah dikaji, dianalisa, dan dipecahkan secara bijaksana demi menemukan jalan keluar yang adil. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat merasakan keamanan, kenyamanan, serta hidup bebas tanpa tekanan situasi apa pun,” ungkap Yerni.

Sangaji Modole, Habel Tukang, mengingatkan masyarakat adat selama ini berpegang pada nilai luhur Odora, Opaliara, Oleliane, dan Oadil. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman menjaga hubungan antar masyarakat dan ketertiban di wilayah adat. Ia juga meminta agar tidak ada pihak dalam maupun luar yang mengintervensi atau mengadu domba lembaga adat dengan pihak lain.

“Kami meminta dengan sangat agar tidak ada aktor yang mencoba mengadu domba. Masyarakat perlu menjaga persatuan dan tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang memperkeruh suasana,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sangaji Boeng Niklas Kotjoba mengajak seluruh pihak menghormati marwah lembaga adat dan menjaga ketenangan di wilayah lingkar tambang. Ia menegaskan masyarakat berhak hidup aman dan nyaman di tanah adatnya.

“Kami meminta pihak mana pun untuk menghormati marwah lembaga adat kami dan tidak saling mengadu domba. Jangan membuat keonaran di seputar wilayah Lingkar Tambang. Sebagai kepala suku, kami akan selalu berdiri di depan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman,” tegasnya.

Sangaji Towiliko Naser Langgar juga mengimbau agar tidak ada gerakan provokatif yang berpotensi mengganggu ketenteraman. Ia mengajak masyarakat menjaga kehormatan adat dan memastikan wilayah tersebut tetap aman bagi semua warga.

“Sejarah dan cerita luhur dari orang tua-tua kami telah menggariskan bahwa hubungan kebersamaan dan kesatuan kami selaku Empat Suku adalah ikatan yang kuat dan tidak bisa saling melepaskan,” ujarnya.

Bagi Lembaga Adat Empat Sangaji, menjaga situasi aman dan kondusif penting tidak hanya untuk ketenteraman, tetapi juga untuk keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di lingkar tambang. Masyarakat diajak memberi ruang bagi setiap pihak menjalankan aktivitas secara tertib sesuai ketentuan.

Imbauan ini juga menjadi bagian dari semangat menjaga suasana kondusif di tengah proses pemulihan operasional PT NHM. Lembaga adat berharap seluruh proses berjalan baik dan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Melalui sikap ini, Lembaga Adat Empat Sangaji menegaskan komitmennya menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan. Seluruh elemen masyarakat dan pihak luar diharapkan menghormati tatanan adat serta mengedepankan penyelesaian damai, agar wilayah lingkar tambang tetap menjadi ruang hidup yang aman, harmonis, dan kondusif bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *