WEDA,MPe – Demi meningkatkan PIM 2 (pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II ) gelombang I angkatan XVII tahun 2026, Kaban Pengelola Perbatasan daerah, kabupaten Halmahera Tengah, Faujion Halek mempunyai program terhadap rancangan proyek perubahan yang di beri nama “Sniper” (Sistem Kolaborasi Data Kawasan Perbatasan sebagai Instrumen Pengambilan Keputusan Strategis Pembangunan Daerah).
Saya, Dr. Ir Ikram M. Sangaji, M.Si Bupati Kabupaten Halmahera Tengah hmemberikan dukungan penuh dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas implementasi Rancangan Proyek Perubahan yang digagas oleh Saudara Faujion Halek, S.Pd, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Halmahera Tengah.
Dengan judul: ”SNIPER ” Sistem Kolaborasi Data Kawasan Perbatasan sebagai Instrumen Pengambilan
Keputusan Strategis Pembangunan Daerah,” ungkap IMS sapaan Bupati Halteng.
Lanjut IMS, Secara geografis, Kabupaten Halmahera Tengah memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah batas negara Republik Pelauw di bagian utara.
“Oleh karena itu, kawasan perbatasan kita—mulai dari Kecamatan Patani, Patani Utara, hingga Pulau Gebe— bukanlah sekadar halaman belakang, melainkan merupakan halaman depan negara yang harus kita jaga kedaulatan, keamanan dan kelestariannya secara khusus,” cetusnya.
Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa wilayah perbatasan 3T ini masih menghadapi tantangan pembangunan yang sangat kompleks.
“Selama ini, perencanaan pembangunan sering kali terhambat oleh masalah data silo atau ego sektoral data,” katanya.
Pemerintah daerah berisiko terjebak
dalam fenomena ‘data-rich but insight-poor, kita memiliki banyak data, tetapi gagal mengonversinya menjadi program kerja yang tepat sasaran karena datanya masih tersebar, tidak sinkron, dan dikelola secara manual.
Hadirnya inovasi SNIPER adalah terobosan digital yang sangat cerdas dan solutif. Dengan adanya kolaborasi data infrastruktur dasar, letak geografis, serta potensi sumber daya alam yang terintegrasi secara digital, kita dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien serta melahirkan kebijakan pembangunan perbatasan yang benar-benar tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based planning).
“Saya menginstruksikan kepada Bappeda, Dinas PMD, Diskominfo, para Camat, Kepala Desa, serta seluruh elemen pemuda di kawasan perbatasan untuk bersinergi aktif, bahu-membahu menyukseskan dan menjaga keberlanjutan sistem SNIPER ini,” cetusnya.
‘Mari kita bangun Halmahera Tengah dari beranda depan, demi kesejahteraan masyarakat perbatasan yang berdaulat da berkemajuan! SNIPER: Tepat Sasaran, Berbasis Data, Maju Bersama,” katanya.(ril)










