Empat Sangaji Imbau Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi yang Mengatasnamakan Adat

Halmahera Utara199 Dilihat

Halut – Koordinator 4 Suku Lingkar Tambang, Naser Langgar bersama para Kepala Suku (Sangaji) menegaskan bahwa empat suku adat di wilayah lingkar tambang Halmahera Utara tidak pernah berafiliasi dengan kelompok Afrida Ngato yang mengatasnamakan empat suku dalam aksi yang sedang dilakukan saat ini.

Penegasan sikap tersebut didukung penuh oleh para pemimpin adat, yakni Sangaji Boeng Niklas Kojotba, Sangaji Towiliko Naser Langgar, Sangaji Modole Habel Tukang, dan Plt. Sangaji Pagu Yunus Ngetje.

Mereka mengimbau seluruh masyarakat adat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyebutkan bahwa empat suku bersama kelompok Afrida Ngato melakukan aksi terhadap PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).

Plt. Sangaji Pagu, Yunus Ngetje menegaskan bahwa Ibu Afrida Ngato bukan bagian dari struktur kepemimpinan adat Suku Pagu maupun representasi resmi Empat Sangaji. Karena itu, segala pernyataan atau tindakan yang mengatasnamakan Empat Sangaji tidak dapat serta-merta dianggap mewakili sikap dan keputusan lembaga adat.

Sementara itu, Sangaji Modole Habel Tukang menjelaskan bahwa tindakan ritual di atas badan jalan sambil menutup akses umum juga bertentangan dengan nilai dan tradisi adat yang selama ini dijunjung masyarakat empat suku. Menurutnya, ritual adat tidak pernah dilakukan dengan cara yang mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat.

Naser Langgar menambahkan bahwa aksi penutupan jalan dapat berdampak serius bagi pengguna jalan, terutama bagi warga yang membutuhkan akses darurat seperti orang sakit, ibu hamil, maupun proses pengantaran jenazah. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, tindakan tersebut juga berpotensi melanggar aturan yang berlaku.

“Kami sebagai Sangaji dari empat suku mengajak seluruh masyarakat lingkar tambang untuk tetap menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban di wilayah masing-masing. Mari kita sama-sama mendukung investasi ini agar cepat pulih dan dapat memberi dampak signifikan bagi masyarakat lingkar tambang,” kata Sangaji Boeng, Niklas Kojotba.

“Sebagai perwakilan empat suku lingkar tambang, kami berharap NHM dapat segera pulih dan kembali beroperasi normal sehingga harapan masyarakat lingkar tambang dapat terwujud. Selama ini NHM telah hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di lima kecamatan wilayah lingkar tambang. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif demi kepentingan bersama,” tutup Naser Langgar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *