Jual Potensi TOMOMA hingga Hilirisasi Kelapa, Strategi Piet Babua Pikat Investor di NMIBF

Halmahera Utara47 Dilihat

TERNATE, – Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, dipercaya menjadi pembicara mewakili para bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara dalam ajang North Moluccas Investment Business Forum (NMIBF) 2026.

Forum investasi bergengsi tersebut berlangsung di Hotel Bella Ternate, Rabu (29/10/2026) dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor guna mendorong peningkatan investasi dan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Dalam forum tersebut, Bupati Piet Hein Babua memaparkan perspektif pemerintah daerah mengenai peluang investasi, pengembangan komoditas unggulan, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Menurutnya, Halmahera Utara memiliki sejumlah potensi unggulan yang siap dikembangkan, mulai dari hilirisasi kelapa dan pala, sektor perikanan, pariwisata, industri pengolahan berbasis sumber daya lokal, potensi Pertambangan Rakyat, hingga Rencana Pengembangan Kawasan TOMOMA (Tobelo, Morotai, dan Maba).

Salah satu arah strategis pembangunan ekonomi Halut adalah mendorong hilirisasi komoditas unggulan, terutama kelapa dan pala. Melalui industri pengolahan, komoditas daerah diharapkan tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah yang mampu memperluas akses pasar, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kebijakan hilirisasi kelapa di Halmahera Utara juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang menghubungkan petani, pelaku usaha, industri pengolahan, sistem logistik, dan pasar ekspor,” ujar Piet.

Pemerintah daerah memandang investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, peningkatan daya saing produk, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi berkelanjutan.

Melalui partisipasi di NMIBF 2026, Pemkab Halmahera Utara terus mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pelaku usaha dan investor.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat iklim investasi, mengidentifikasi peluang kerja sama konkret, serta mempercepat pengembangan sektor-sektor produktif di Maluku Utara.

Bagi Halmahera Utara, forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring investasi yang berorientasi pada hilirisasi, industrialisasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Halmahera Utara SETARA : Sehat, Terdidik, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Publik