Cuaca Ekstrim, Sherly Minta Tetap Tenang, Patuhi Imbauan Pemerintah

Pantauan39 Dilihat

TERNATE- Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada H-3 atau 17 Maret 2026, dengan jumlah pergerakan masyarakat mencapai 21,2 juta orang.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Untuk itu, dirinya menyebut perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar masyarakat bisa mudik ceria penuh makna bersama keluarga.

Hal itu disampaikan di sela-sela sidak Kantor Gubernur Maluku Utara, Selasa (10/3).

Imbauan tersebut menyusul surat B009/BNPB/D-II BP.03.02/02/2026 Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Peringatan Dini dan Langkah-langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Banjir dan Gerakan Tanah (Longsor) Periode Bulan Maret 2026.

Kepala BMKG Sultan Baabullah menuturkan sepanjang Maret 2026 ini curah hujan di Maluku Utara masih tinggi.

Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Malut akan terjadi banyak hujan, kata Desindra.

Sherly Tjoanda, menegaskan kepada seluruh masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota se-Malut juga mewaspadai bencana tanah longsor.

“Ya, kita terus menghimbau semua masyarakat khususnya yang melakukan aktivitas mudik dengan moda transportasi laut serta darat untuk dapat waspada akan cuaca buruk yang terjadi saat ini,” ungkap Gubernur.

Sherly juga mengingatkan bahwa masyarakat yang menggunakan transportasi udara perlu memperhatikan prakiraan cuaca di bandara tujuan. Dikatakan, cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

Dilansir dari surat BNPB Nomor B-13/BNPB/D-II/BP.03.02/03/2026, Kabupaten Halmahera Timur menjadi daerah dengan potensi banjir kategori Menengah.

Sementara masih dari surat yang sama daerah dengan potensi gerakan tanah longsor terjadi di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, Pulau Taliabu.

Tak hanya itu, Sherly juga menghimbau kepada masyarakat yang bepergian juga perlu memperhatikan kemungkinan akibat cuaca buruk. Oleh karena itu, kami mengimbau pemudik untuk terus berkoordinasi dengan pihak maskapai, operator pelabuhan, dan BMKG guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca di rute perjalanan mereka,” tambahnya.

Tetap tenang, jangan sampai membahayakan keselamatan, pesan Sherly.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG terus berkomitmen memberikan informasi cuaca terkini, peringatan dini yang tepat waktu, serta dukungan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keselamatan masyarakat selama periode cuaca ekstrim pada periode mudik tahun ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *