MALUT- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol Waris Agono mengimbau masyarakat Malut, khususnya di Kabupaten Halmahera Tengah, diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul ketegangan terjadi antara warga dua desa di wilayah tersebut.
“Masyarakat saya imbau agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai informasi yang terjadi di Halmahera Tengah,” kata Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono dihubungi, Jumat.
Seperti diketahui, dua desa yang diketahui tengah bersitegang yakni Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang berada di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah.
Hingga saat ini, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah preventif guna mencegah konflik meluas.
Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ia meminta warga tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan dokumentasi berupa foto maupun video terkait situasi yang sedang terjadi. Menurutnya, penyebaran konten tersebut berpotensi memperkeruh suasana dan memicu emosi dari kedua belah pihak yang sedang bersitegang.
Aparat Keamanan memblokade di perbatasan antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang berada di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah. di Ternate, Jumat (3/4/2026). (Antara/HO- Dokumentasi Warga) (Abdul Fatah)
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Halmahera Tengah, untuk menahan diri. Tahan jari-jari kita, jangan ikut menyebarkan hal-hal yang bisa memancing emosi kedua belah pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Waris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan nilai persaudaraan dan menjaga kedamaian.
Ia menekankan bahwa momentum hari Jumat memiliki makna penting bagi umat beragama, sehingga seharusnya dijadikan sebagai waktu untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, bukan justru memperuncing konflik.
“Bagi umat Muslim, ini adalah hari Jumat yang penuh berkah. Sementara bagi saudara-saudara Nasrani, ini juga merupakan Jumat Agung. Jumat adalah hari yang baik, jangan diisi dengan pertikaian. Kita semua bersaudara,” ungkapnya.
Dalam upaya meredam situasi, Polda Maluku Utara telah menerjunkan personel dari satuan Brimob dan Direktorat Samapta ke lokasi kejadian.
Kehadiran aparat keamanan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Kapolda memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengambil langkah-langkah preventif dan persuasif agar situasi di Halmahera Tengah dapat segera kembali normal.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan daerah demi terciptanya Maluku Utara yang damai dan harmonis.
“Kita semua bersaudara, mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk Maluku Utara yang damai itu indah,” ujar Kapolda.
Sementara itu, Ketua PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan provokasi-provokasi terkait pertikaian dua desa di Halteng.
“Mari kita turunkan ego, hentikan pertikaian karena kita semua bersaudara dan percayakan aparat penegak hukim untuk dapat menyelesaikan,” ujarnya. (**)










