HALUT – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meningkat. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono melaporkan, gunung tersebut mengalami erupsi pada Jumat (3/4) sore dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.000 meter di atas puncak.
Petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate, Jumat menyampaikan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 17.28 WIT dan masih berlangsung saat laporan disampaikan.
“Erupsi tadi sekitar pukul 17.28 WIT dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak, dan erupsi masih berlangsung,” ujarnya.
Kolom abu yang dihasilkan dari letusan tersebut teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu condong ke wilayah barat laut, mengikuti arah dan kecepatan angin di sekitar kawasan gunung.
Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo sebesar 34 milimeter dan durasi erupsi mencapai 95,41 detik. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih cukup signifikan dan berpotensi terjadi secara berulang.
Saat ini, status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada. Pada level ini, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan dapat disertai letusan abu secara periodik.
Pihak PGA Dukono mengimbau masyarakat yang berada di sekitar gunung, termasuk para pengunjung dan wisatawan, agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang, yang merupakan pusat aktivitas erupsi.
“Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer,” tegas Bambang.
Ia juga mengingatkan bahwa letusan Gunung Dukono bersifat periodik dengan sebaran abu yang tidak menentu karena sangat dipengaruhi oleh arah angin. Kondisi ini membuat wilayah terdampak abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu waspada dan menyiapkan perlindungan diri, khususnya masker, guna menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama gangguan pada sistem pernapasan.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang hampir terus-menerus mengalami erupsi dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas vulkanik yang konsisten ini menjadikan kawasan di sekitarnya rawan terhadap hujan abu, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (**)










