Piet – Kasman Boyong Dana 100 Miliar Lebih Dari Pusat Untuk Infrastruktur Pertanian

Halmahera Utara126 Dilihat

TOBELO, – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kembali menorehkan prestasi dalam upaya mempercepat pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, dana lebih dari Rp100 miliar berhasil dibawa pulang dari Pemerintah Pusat untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya infrastruktur pengairan.

Keberhasilan itu tidak datang begitu saja. Upaya intensif yang dilakukan sejak awal tahun akhirnya membuahkan hasil manis. Surat usulan yang dikirim Bupati ke Kementerian PUPR pada 21 April 2026 dengan nomor 600.9.7/389.a, mendapat jawaban positif dalam waktu kurang dari tiga bulan. Sebelumnya, pertemuan langsung antara Pemerintah Daerah, Kementerian PUPR, dan Balai Wilayah Sungai Maluku Utara juga telah digelar di Tobelo pada 10 Februari 2026. Pertemuan itu turut dikawal Anggota DPR RI Irena Y. Roba.

Dari empat usulan yang diajukan, tiga di antaranya disetujui pusat dengan nilai total Rp90.116.628.000. Dana tersebut akan digunakan untuk tiga paket pekerjaan besar di bidang irigasi. Pemerintah pusat juga memberikan lampu hijau untuk pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di sebelas titik yang tersebar di wilayah Halmahera Utara dengan pagu anggaran sekitar Rp20 miliar. Jika digabungkan, total intervensi pusat untuk Halut tahun 2026 mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Kepala Dinas PUPR Halmahera Utara, Willy Jesayas, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses penunjukan penyedia barang dan jasa. Seluruh pekerjaan nantinya akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Maluku Utara. Untuk Daerah Irigasi Kusuri akan dibangun sebuah bendung baru. Sementara di D.I. Paca Leleoto akan dilakukan peningkatan jaringan irigasi berupa pasangan batu untuk saluran primer dan sekunder. Adapun D.I. Gagaapok akan direhabilitasi jaringannya yang sudah ada agar dapat berfungsi kembali secara optimal.

Menurut Willy, hadirnya infrastruktur baru ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik petani di Halut terkait ketersediaan air. Dengan adanya bendung, peningkatan dan rehabilitasi jaringan, ditambah sebelas titik JIAT, maka produktivitas lahan pertanian dipastikan akan meningkat dan mendukung target swasembada pangan di daerah.

Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa keberhasilan melobi dana pusat ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Halmahera Utara yang SETARA. Sektor pertanian menjadi salah satu prioritas karena dinilai sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

“Ini kerja bersama. Kami tidak berhenti berjuang agar setiap usulan yang menyangkut hajat hidup orang banyak bisa dijawab oleh pusat. Hari ini buktinya sudah ada di depan mata,” ungkap Bupati.

Dengan dikucurkannya dana lebih dari Rp100 miliar ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara optimis pembangunan di sektor pertanian akan berjalan lebih cepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani di seluruh kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *