Peduli Bencana Gempa Bumi NTT, Kepala Wilker Pulau Gebe Gelar Rapat Koordinasi Dengan Mitra Kerja Untuk Bantuan Donasi Korban

Halteng – Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Fahri R Tobuku menggelar rapat koordinasi dengan para mitra kerja di daerah itu, untuk membahas bantuan kepedulian kemanusiaan yang akan diberikan kepada masyarakat di sejumlah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban bencana gempa bumi.

Rapat Koordinasi yang diadakan itu, karena atas arahan langsung dari Pimpinan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Weda mengenai kepedulian kemanusiaan dalam bencana gempa bumi di NTT.

“Rapat koordinasi ini, karena ada arahan langsung dari Kepala UPP Kelas II Weda, bapak Bernard Martin Mastua,”kata Kepala Wilker Pulau Gebe kepada Publik MalutNews.id melalui sambungan Telepon pada Sabtu (22/08/2026) siang.

Sebanyak 18 mitra kerja yang hadir dalam pertemuan itu yakni perusahan tambang, perusahan pelayaran hingga perusahan bongkar muat dan belasan mitra kerja untuk Wilker Pulau Gebe ini semuanya mendukung untuk bantuan donasi kemanusiaan itu.

“Jadi mereka bersedia dan nantinya jika bantuan donasi yang sudah terkumpul itu mereka langsung menyalurkan ke NTT dan tidak lagi bantuan kumpul ke kami,”ungkap Fahri.

Dia berharap semoga dengan bantuan donasi yang terkumpul dan akan disalurkan itu bisa membantu meringankan beban para korban, karena hingga kini mereka masih mendiami di lokasi pengungsian akibat rumah mereka yang rusak serta masih terjadi gempa bumi susulan yang terus menerus yang membuat mereka masih rasa ketakutan hingga trauma.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/08/2026) pekan lalu gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah kabupaten di NTT, akibat gempa dahsyat itu juga ada peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG dan lokasi gempa bumi berpusat di wilayah Flores.

Berdasarkan data dari BNPB menyebut hingga kini jumlah korban meninggal dunia sebanyak 83 orang, korban luka – luka sebanyak 986 orang, sementara jumlah pengungsi sebanyak 110.785 orang.

Sedangkan, rumah rusak tercatat 44.946 unit yang meliputi 17.176 unit rusak berat, 9.758 unit rusak sedang dan 18.013 unit rusak ringan. Kabupaten dengan jumlah rumah rusak terbanyak adalah Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *