Harita Nickel Dukung Nelayan Soligi dengan Kapal 10 GT, Wagub Malut Beri Apresiasi

Sofifi64 Dilihat

SOFIFI- Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi dukungan Harita Nickel kepada Kelompok Nelayan Soligi melalui pembangunan kapal penampung ikan berukuran 10 gross tonnage (GT).

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Temu Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Harita Nickel di Sofifi, Kamis (27/8/2026).

Ketua Kelompok Nelayan Soligi, Ibrahim, hadir mewakili kelompoknya untuk menerima secara simbolis dukungan pembangunan kapal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel.

Kapal tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas perikanan sekaligus mendukung pengelolaan hasil tangkapan.

Proses pengerjaan kapal juga diserahkan langsung kepada masyarakat nelayan Soligi, sebagai bagian dari pemberdayaan berbasis kearifan lokal dan pelaksanaan program padat karya.

Dukungan terhadap nelayan Soligi mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengapresiasi dukungan Harita Nickel terhadap kegiatan nelayan di Pulau Obi.

Menurutnya, potensi hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut cukup baik sehingga perlu didukung dengan penguatan penyerapan hasil perikanan.

“Saya mengapresiasi Harita Nickel sudah mendukung kegiatan nelayan di Pulau Obi, bahkan melalui bantuan kapal nelayan dengan kapasitas 10 GT. Di Obi hasil tangkapan ikannya bagus, semoga hasil dari nelayan dapat semakin optimal diserap untuk kebutuhan perusahaan,” ujar Sarbin dalam kegiatan tersebut.

Menurut Sarbin, penguatan sektor perikanan juga sejalan dengan karakter dan budaya masyarakat Maluku Utara yang memiliki kedekatan dengan hasil laut sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari.

“Masyarakat Maluku Utara gemar mengonsumsi ikan laut. Semoga berikutnya Harita Nickel juga bisa mendukung budidaya ikan, agar sektor ini dapat semakin bertumbuh,” katanya.

Ia juga menyampaikan potensi kualitas hasil perikanan dari Halmahera Selatan. Menurut Sarbin, ikan yang berasal dari wilayah tersebut memiliki kualitas yang baik.

“Informasi yang menarik, ikan di daerah Halmahera Selatan berkualitas baik. Pasca ditangkap empat sampai lima jam, kualitas tetap baik walaupun tanpa es,” tambahnya.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perikanan di Halmahera Selatan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat dikelola dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *