NHM Peduli Dampingi Mario di Desa Sasur hingga Keluar dari Kondisi Stunting

Halmahera Utara182 Dilihat

Tobelo, – Mario Salindeho, anak berusia empat tahun asal Desa Sasur, Kecamatan Kao, Halmahera Utara, menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan pendampingan penanganan stunting dari NHM Peduli. Berat badannya yang semula hanya 9 kilogram kini mengalami peningkatan.

Sang ibu, Vivi Alvionita, juga melihat perubahan pada kondisi fisik dan keseharian Mario yang kini lebih aktif dan kembali bersemangat saat makan.

Mario merupakan anak kedua dari pasangan Vivi dan Frice Salindeho. Sehari-hari, Frice mengelola kebun kelapa dan pala milik keluarga secara mandiri. Hasil panen tersebut dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mario sendiri telah bersekolah di PAUD di desanya dan senang menemani ibunya membantu sang ayah di kebun.

Di tengah keseharian yang sederhana, Vivi sempat mengkhawatirkan tumbuh kembang putranya karena berat badannya sulit bertambah.

“Sejak umur tiga tahun, berat badannya memang susah naik,” ungkap Vivi.

Kekhawatiran tersebut mendapat perhatian saat NHM Peduli melakukan skrining terhadap keluarga Mario pada April 2026. Dalam skrining bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, berat badan Mario tercatat hanya 9 kilogram. Hasil tersebut kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Sebagai tindak lanjut, NHM Peduli memberikan bantuan makanan bergizi berupa nasi, ikan, sayur, dan lauk-pauk, serta enam kardus susu untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi Mario. Bantuan diberikan selama periode April hingga Agustus 2026.

Di antara berbagai bantuan yang diterima, susu menjadi yang paling disukai Mario.

“Mario senang sekali kalau dikasih susu. Setelah ada susu, dia jadi semangat makan lagi,” tutur Vivi.

Seiring pendampingan tersebut, berat badan Mario mengalami peningkatan. Vivi juga merasakan perubahan pada kondisi fisik putranya yang kini terlihat lebih aktif dan semakin banyak berbicara. Perubahan yang digambarkan Vivi sebagai semakin “cerewet” itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.

“Berdasarkan hasil skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, yang kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Mario akhirnya dilaporkan telah keluar dari kondisi stunting,” ungkap Cost Control NHM Peduli, Fenny Baud.

Pemantauan tumbuh kembang Mario akan tetap dilanjutkan oleh pihak puskesmas setempat melalui layanan posyandu untuk memastikan kebutuhan gizinya tetap diperhatikan.

Vivi berharap program NHM Peduli dapat terus berjalan.

“Semoga programnya lancar terus ke depannya dan bisa membantu anak-anak yang membutuhkan di lingkar tambang,” harap Vivi.

Kisah Mario menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak perlu disertai upaya pemenuhan gizi dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *