DLH Halteng Kolaborasi TP – PKK Pemanfaatan Sampah Organikl/Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos

WEDA,MPe – Pemerintah kabupaten Halmahera tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kolaborasi TP-PKK melaksanakan sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organikl/Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos bertempat di aula kantor TP PKKB Rabu (28/10/2026).

Kadis DLH Halteng, Rivani A Radjak , dalam laporannya mengatakan, Kami atas nama Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan penghargaan
kepada seluruh pihak, khususnya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan,
Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, dan organisasi perempuan lainnya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Halmah

Maksud Dan Tujuan, Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis
kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam memilah dan mengolah
sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat,” katanya.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah
organik dan anorganik.
2. Mendorong pemanfaatan sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran, dan bahan organik
lainnya menjadi pupuk kompos.
3. Mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat penampungan
sementara dan tempat pemrosesan akhir.
4. Mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan
dalam keluarga.
5. Memperkuat peran PKK, DWP, Bhayangkari, Persit, dan organisasi perempuan
lainnya sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
6. Mendukung target Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk mewujudkan
100% sampah terkelola pada tahun 2029.

Sasaran kegiatan ini adalah pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK, Dharma
Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, serta organisasi
perempuan lainnya di Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kami memandang bahwa kaum perempuan memiliki peran strategis dalam
pengelolaan sampah rumah tangga karena memiliki keterlibatan penting dalam
pengelolaan dapur, konsumsi keluarga, pemanfaatan pekarangan, dan pembentukan
kebiasaan hidup bersih di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Bentuk Pelaksanaan Kegiatan,
Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis sampah organik, cara memilah sampah, bahan yang dapat digunakan untuk membuat kompos, tahapan pengolahan, pemeliharaan selama proses pengomposan, hingga pemanfaatan kompos untuk tanaman pekarangan dan penghijauan lingkungan.

Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara sederhana, murah, dan berkelanjutan di rumah masing-masing.

Dukungan Terhadap Target sampah terkelola 100% TAHUN 2029
Hadirin yang kami hormati,
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memiliki target untuk mewujudkan *100%
sampah terkelola pada tahun 2029*. Target ini merupakan tanggung jawab bersama
yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup.

Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui prinsip mengurangi,
menggunakan kembali, memilah, dan mengolah sampah sesuai jenisnya.

Target 100% sampah terkelola pada tahun 2029 harus didukung dengan pengurangan
sampah dari sumbernya, penguatan fasilitas pengolahan, peningkatan pelayanan persampahan, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap PKK, DWP, Bhayangkari, Persit, serta organisasi perempuan lainnya dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi, membangun kebiasaan memilah sampah dan menggerakkan masyarakat untuk
mengolah sampah dari rumah masing-masing,” ujarnya.

Demikian laporan ini kami sampaikan. Atas dukungan Pemerintah Kabupaten
Halmahera Tengah, kerja sama Tim Penggerak PKK, DWP, Bhayangkari, Persit,
organisasi perempuan lainnya, para narasumber, serta seluruh peserta, kami
mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Mari kita mulai dari rumah sendiri, dari dapur kita, dan dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Ketua TP – PKK Halteng, ralia ikram malam sangaji dalam sambutannya mengatakan, Atas nama Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup serta seluruh organisasi perempuan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan penyampaian materi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah mulai dari rumah tangga,” ungkap ketua.

Lanjutnya, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab kita bersama. Setiap hari, rumah tangga menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran, daun kering, hingga sampah plastik dan kemasan lainnya.

Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat dan sumber penyakit, menyumbat saluran air, serta mengurangi kebersihan dan keindahan lingkungan,” katanya.

Namun, perlu kita pahami bahwa tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan nabati, kulit buah, sisa sayuran, dan daun kering masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan benar.

Sampah tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah, merawat tanaman, serta mendukung kegiatan penghijauan dan pemanfaatan pekarangan rumah kita masing-masing,” cetusnya.

Inilah pesan penting yang ingin kita bangun melalui kegiatan hari ini, yaitu mengubah cara pandang kita terhadap sampah, dari sesuatu yang tidak berguna menjadi sumber daya yang memiliki manfaat.

Dengan memilah sampah sejak dari dapur, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang, menjaga kebersihan rumah, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Tim Penggerak PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan peduli lingkungan. Keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk kebiasaan, termasuk kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah.

Karena itu, saya mengajak seluruh kader PKK, pengurus Dharma Wanita Persatuan,Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Istri Anggota Dewan, Gabungan Organisasi Wanita, serta seluruh peserta yang hadir untuk menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Mari kita mulai dari langkah-langkah sederhana, antara lain:
Pertama, membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah tangga
Kedua, mengolah sisa makanan nabati, kulit buah, sisa sayuran, dan daun kering menjadi pupuk kompos dengan metode yang sesuai.
Ketiga, memanfaatkan pupuk kompos untuk tanaman hias, tanaman obat keluarga, kebun sayur, dan penghijauan pekarangan rumah.
Keempat, mengedukasi anggota keluarga, anak-anak, tetangga, serta masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menerapkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan.
Kelima, mendorong setiap kelompok PKK desa dan kecamatan untuk mengembangkan kegiatan percontohan pengolahan sampah organik, sehingga praktik baik ini dapat ditiru oleh masyarakat secara luas.
Saya berharap setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang benar-benar diterapkan di rumah masing-masing. Jangan sampai kegiatan ini berhenti pada sosialisasi saja, tetapi harus berlanjut menjadi gerakan bersama yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kerja sama antara Tim Penggerak PKK dan Dinas Lingkungan Hidup merupakan bentuk sinergi yang penting dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup dapat memberikan dukungan teknis dan pendampingan, sementara kader PKK dan organisasi perempuan dapat menjadi penggerak edukasi serta perubahan perilaku di tingkat keluarga dan desa.

Melalui kolaborasi ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh anggota masyarakat.

“Saya juga berharap agar kegiatan ini dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Halmahera Tengah yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman, Menuju Halmahera Tengah sampah terkelolah 2029. Upaya pengurangan sampah dari sumbernya harus terus diperkuat agar volume sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi.” Katanya.

Mari kita jadikan rumah tangga sebagai titik awal perubahan. Dari dapur kita mulai memilah, dari pekarangan kita mulai menanam, dari keluarga kita mulai mendidik, dan dari desa kita membangun gerakan peduli lingkungan untuk masa depan Halmahera Tengah yang lebih baik.

“Saya percaya bahwa apabila seluruh kader PKK dan organisasi perempuan bergerak bersama, maka perubahan besar dapat dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Hadirin dan peserta sosialisasi yang saya hormati,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kita semua untuk menjadikan kegiatan hari ini sebagai momentum membangun komitmen bersama dalam mengelola sampah organik rumah tangga.

Mari kita buktikan bahwa perempuan Halmahera Tengah bukan hanya berperan dalam membangun kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Semoga ilmu dan keterampilan yang kita peroleh hari ini dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga yang mampu mengelola sampah secara mandiri dan produktif,” mengakhiri.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *