Petani Halut Desak DPRD Provinsi Kawal Aspirasi Sektor Pertanian

Halmahera Utara134 Dilihat

Tobelo, – Asosiasi Petani Halmahera Utara menegaskan bahwa pertemuan petani dengan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Sandri Kitong, pada Sabtu siang di lahan kelompok tani Galela dan Desa Se Gorua, bukan pertemuan seremonial. Pertemuan tersebut merupakan penyampaian sikap tegas petani yang menuntut realisasi dukungan infrastruktur pertanian.

Ketua Asosiasi Petani Halmahera Utara, Alnahyan Abdullah, menyatakan bahwa petani Galela dan Gorua telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Sandri Kitong. Meskipun kedua wilayah tersebut berbeda lokasi, aspirasi yang disampaikan memiliki substansi yang sama, yakni tuntutan agar petani sebagai pelaku utama sektor pertanian memperoleh dukungan infrastruktur yang memadai.

Menurut Alnahyan Abdullah, selama ini petani di Halmahera Utara bekerja dengan keterbatasan, sementara peran mereka sangat menentukan keberhasilan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk mengabaikan kebutuhan dasar petani di lapangan.

“Kami tidak datang untuk sekadar menyampaikan keluhan. Kami datang untuk menuntut komitmen. Aspirasi ini harus dikawal dan diwujudkan, bukan hanya dicatat,” tegas Alnahyan Abdullah.

Alnahyan Abdullah juga menegaskan bahwa harapan petani tidak terbatas pada wilayah Galela dan Gorua semata. Harapan tersebut mewakili seluruh petani di Kabupaten Halmahera Utara yang hingga saat ini masih menunggu perhatian serius dari pemerintah, khususnya melalui peran dan kewenangan anggota DPRD Provinsi.

Dalam pertemuan tersebut, Sandri Kitong mendengarkan langsung seluruh aspirasi yang disampaikan petani dan melihat secara langsung kondisi lahan pertanian di Galela dan Gorua. Kehadiran anggota dewan di lokasi dinilai sebagai langkah awal yang harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata, bukan berhenti pada kunjungan semata.

Asosiasi Petani Halmahera Utara menyatakan akan terus mengawal aspirasi tersebut hingga terealisasi. Petani menuntut agar dukungan infrastruktur pertanian di Halmahera Utara segera menjadi prioritas, demi meningkatkan hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *