Densus 88 Beri Edukasi Bahaya Radikalisme kepada Siswa SD Katolik Santa Theresia Ternate

Hankam42 Dilihat

TERNATE — Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya radikalisasi dan kekerasan terhadap anak di SD Katolik Santa Theresia Kota Ternate, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan para guru. Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SD Katolik Santa Theresia Kota Ternate, Pastor Titus Rahail.

Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh anggota Tim Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, Briptu Andi Riski Putra. Ia menjelaskan bahwa anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar paham radikalisme dan kekerasan.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 112 anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan yang mengarah pada terorisme. Sebagian besar paparan tersebut terjadi melalui game online dan media sosial.

Briptu Andi Riski Putra menjelaskan, anak-anak kerap menjadi target rekrutmen kelompok ekstrem maupun kelompok teror karena mereka masih berada dalam tahap pencarian jati diri.

Selain itu, kondisi emosi yang masih labil, rendahnya literasi digital, serta pengaruh media sosial dan game online membuat mereka lebih mudah dipengaruhi.

“Anak-anak juga sering memiliki keinginan untuk diakui atau dianggap hebat, sehingga mudah terbawa oleh ajakan atau narasi yang menyesatkan di dunia digital,” ujarnya dalam sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan sejumlah tips kepada para siswa tentang cara melindungi diri dari konten radikal di internet serta bagaimana menggunakan media sosial secara sehat dan bijak.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Katolik Santa Theresia Ternate, Pastor Titus Rahail, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri yang telah memberikan edukasi kepada para siswa dan guru di sekolah tersebut.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya radikalisme serta mendorong mereka untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *