TERNATE – Polres Ternate, Maluku Utara bersama instansi terkait menggelar apel gabungan untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam di Kota Ternate. Apel gabungan itu berlangsung dihalaman Mapolres Ternate pada Rabu (04/11/2026) sore.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kota Ternate.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan seluruh unsur terkait tidak boleh menunggu hingga bencana terjadi untuk turun ke lapangan melakukan evakuasi. Langkah antisipasi dan kesiapan seluruh personel harus dilakukan sejak dini.
“Dalam menghadapi bencana alam, baik berupa gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor maupun bencana hidrometeorologi lainnya, kita tidak boleh menunggu sampai terjadinya bencana baru kita semua turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi,” tegas Kapolres.
Dia menjelaskan, apel gabungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel serta seluruh peralatan yang akan digunakan dalam penanggulangan bencana.
“Apel gelar pasukan ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan bentuk pengecekan nyata terhadap kesiapan personel dan peralatan yang akan kita gunakan dalam menghadapi penanggulangan bencana alam,”jelasnya.
Kapolres Ternate juga meminta seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Selain itu, pengecekan kendaraan operasional, peralatan SAR, alat komunikasi, perlengkapan evakuasi hingga sarana pendukung lainnya harus dilakukan secara menyeluruh.
“Pastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap untuk digunakan kapan pun,”ujar Anita.
Kapolres Ternate juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas serta seluruh instansi terkait. Komunikasi yang efektif sangat diperlukan agar setiap perkembangan situasi dapat segera ditindaklanjuti.
“Perkuat sinergitas dan koordinasi lintas sektoral. Bangun komunikasi yang efektif agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Anita meminta agar langkah preventif dan deteksi dini terus dikedepankan melalui kegiatan patroli serta penyampaian imbauan kepada masyarakat terkait potensi bencana alam.
Ia juga mengingatkan agar keselamatan masyarakat dan personel menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan tetap mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, humanis dan profesional.
“Utamakan keselamatan masyarakat dan personel dalam setiap pelaksanaan tugas. Berikan pelayanan yang cepat, tepat, humanis dan profesional,”kata Anita.
Dia juga meminta peningkatan kemampuan dan keterampilan personel melalui latihan secara berkala. Hal ini dinilai penting agar setiap unsur memiliki kesiapan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat.
“Bangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Jadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam upaya mitigasi, pencegahan dan penanggulangan bencana alam,”katanya menambahkan.(Moko)










