Sultan Ternate Harapkan Konflik Dua Desa di Halteng Diselesaikan Lewat Dialog

Pantauan117 Dilihat

Jakarta – Bentrokan yang melibatkan warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menjadi perhatian berbagai pihak dan seruan untuk segera mengakhiri konflik dan mengedepankan perdamaian terus disampaikan, baik oleh tokoh adat maupun aparat keamanan.

Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah II, secara tegas mengajak seluruh masyarakat Halmahera Tengah untuk bersatu dan menjaga stabilitas daerah.

Ia menekankan bahwa konflik yang terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merusak harmoni sosial yang selama ini terjaga.

“Maluku Utara adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian dan selesaikan setiap persoalan melalui dialog,” ujarnya.

Menurut Sultan, penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai kearifan lokal dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Maluku Utara harus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang. Kearifan lokal, kata dia, merupakan kekuatan yang mampu meredam ketegangan jika dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Waris Agono, juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

Ia menegaskan, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya yang beredar di media sosial maupun pesan berantai,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memperkeruh keadaan dan memicu konflik yang lebih luas. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Diketahui, ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo hingga kini masih menjadi perhatian aparat keamanan. Kedua desa yang berada di wilayah Kecamatan Patani Barat tersebut dilaporkan sempat mengalami bentrokan yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Sebagai langkah antisipasi, aparat kepolisian terus melakukan patroli dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya preventif ini dilakukan guna mencegah eskalasi konflik sekaligus membuka ruang dialog antara kedua belah pihak.

Kapolda juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Menurutnya, situasi kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Dengan adanya seruan dari tokoh adat dan aparat keamanan, diharapkan konflik yang terjadi dapat segera diselesaikan secara damai. Dialog, musyawarah, serta penguatan nilai-nilai budaya lokal diharapkan menjadi jalan keluar terbaik demi menjaga keutuhan dan kedamaian di Maluku Utara. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *