TERNATE — Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Husni Bopeng, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Sulamadaha dan Dusun Tabanga, Kota Ternate, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus melihat kondisi riil yang dihadapi warga di wilayah pesisir dan pertanian tersebut.
Dalam kesempatan itu, Husni Bopeng mengatakan, reses merupakan agenda penting bagi anggota legislatif untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai anggota DPRD, baik saat di DPRD Kota Ternate maupun DPRD Provinsi Maluku Utara selama empat periode, dirinya terus berupaya memperjuangkan hasil-hasil reses masyarakat.
Namun, berbagai kondisi seperti pandemi Covid-19 hingga keterbatasan anggaran daerah membuat banyak usulan belum sepenuhnya terealisasi.
“Selama ini banyak aspirasi masyarakat yang sudah diperjuangkan, tetapi terkendala berbagai faktor. Mulai dari Covid-19 hingga kondisi keuangan pemerintah daerah yang mengalami tekanan cukup besar,” ujar Husni.
Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, ruang fiskal pemerintah semakin terbatas.
Bahkan, alokasi anggaran untuk kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak dinilai masih sangat minim dibanding kebutuhan riil di lapangan.
“Sekarang kondisi efisiensi anggaran sangat terasa. Karena itu, kita harus benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak, terutama jalan tani dan infrastruktur dasar lainnya,” katanya.
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari infrastruktur, pertanian, lingkungan hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Warga Sulamadaha, Irham Soleman, mengeluhkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai mengganggu lingkungan masyarakat.
Ia juga meminta adanya perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat melalui bantuan pupuk bagi petani serta dukungan untuk para tukang ojek.
“Kami berharap ada perhatian serius terkait persoalan sampah dan bantuan untuk masyarakat kecil, termasuk petani dan tukang ojek,” ujarnya.
Sementara itu, warga Tabanga RT 1, Lili Tuanger, mengaku permukiman warga kini semakin terdesak akibat aktivitas galian C dan pembangunan sekolah di wilayah tersebut.
Ia berharap pemerintah dapat membantu masyarakat petani melalui bantuan pupuk dan dukungan pertanian lainnya.
“Lahan dan permukiman warga semakin sempit. Kami berharap ada bantuan pupuk untuk membantu petani di Tabanga,” katanya.
Aspirasi lainnya juga disampaikan warga Tabanga bernama Nona. Ia berharap Husni Bopeng dapat membantu membiayai warga yang ingin mengikuti kursus komputer agar memiliki keterampilan dan peluang kerja yang lebih baik.

“Kami ingin anak-anak muda di sini punya keterampilan komputer supaya bisa mendapat pekerjaan,” ujarnya.
Sedangkan Mahmud Ahmad menyoroti persoalan jalan tani yang menurutnya sudah diusulkan sejak tahun 2025 namun hingga kini belum terealisasi.
Bahkan, kata dia, usulan pembangunan jalan tani untuk Kota Ternate pada tahun 2027 belum masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
“Kondisi di Sulamadaha sangat kompleks. Jalan tani sudah lama diusulkan tapi belum juga direalisasikan,” katanya.
Keluhan lain juga datang dari Masri Tuara yang berharap adanya penyediaan lahan perkebunan bagi masyarakat Tabanga. Ia menilai masyarakat membutuhkan dukungan lahan produktif untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain itu, sejumlah tokoh agama juga mengusulkan adanya dana insentif bagi tokoh keagamaan di wilayah tersebut.
Di sektor UMKM, seorang pedagang bernama Rita mengaku pernah mengusulkan bantuan kelompok usaha berupa mesin parut singkong dan peralatan dapur seperti kompor, namun hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Husni Bopeng menyatakan seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Ia memastikan bantuan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Bantuan akan diberikan sesuai proposal yang diajukan masyarakat. Misalnya bantuan pupuk, bibit, hingga kebutuhan lain bagi petani maupun pelaku UMKM,” jelasnya.
Husni juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap Pulau Hiri, khususnya terkait pembangunan dermaga yang menghubungkan rute Sulamadaha–Pulau Hiri. Menurutnya, akses transportasi laut menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
“Pulau Hiri harus mendapat perhatian serius dengan perencanaan yang matang, terutama pembangunan dermaga penghubung Sulamadaha dan Pulau Hiri,” katanya.
Selain itu, ia juga berkomitmen membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan mesin parut, peralatan memasak dan kebutuhan usaha lainnya bagi kelompok UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Husni turut menyampaikan rencana pemberangkatan satu tokoh agama Nasrani asal Dusun Tabanga untuk mengikuti wisata rohani ke Jerusalem sebagai bentuk perhatian terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.
Ia menambahkan, pembangunan jalan tani di wilayah Sulamadaha dan Tabanga membutuhkan koordinasi serius antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate agar dapat direalisasikan secara bertahap.
“Harus ada koordinasi antara gubernur dan wali kota supaya pembangunan jalan tani benar-benar bisa diwujudkan,” pungkasnya. (**)









