Halut_Ingin mencari ketenangan saat liburan maka wisatawan disarankan untuk berkunjunglah ke objek wisata Pulau Meti di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, karena lokasi tersebut bisa membuat para pengunjung bisa lebih tenang lantaran alam sekitarnya masih alami dan objek wisata ini juga menjadi salah satu destinasi wisata yang terpopuler di Bumi Hibualamo.
Objek wisata yang letaknya berada di Tenggara dari Tobelo ibukota Kabupaten Halmahera Utara atau jika ditempu menggunakan perahu bodi mesin 15 PK melalui Pelabuhan Desa Mamea di Kecamatan Tobelo Selatan itu hanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit untuk sampai ke lokasi dengan biaya yang dikeluarkan hanya Rp15ribu per orang. Objek wisata Pulau Meti sendiri memiliki karakteristik yang unik dan suasananya sangat berbeda dengan lokasi objek wisata lain di Kabupaten Halmahera Utara.
Bahkan sudah banyak wisatawan asing baik dari dalam maupun manca negara yang berkunjung ke objek wisata Pulau Meti untuk menikmati suasana pantai pasir putih serta air laut yang tenang dengan berwarna biru yang masih asri.
Sebab, diperairan objek wisata Pulau Meti yang berada di wilayah Kecamatan Tobelo Timur itu kini menjadi objek andalan warga Kabupaten Halmahera Utara, karena memiliki panorama bawah laut yang sangat indah, baik dari segi keragaman terumbuh karang maupun berbagai jenis ikan yang hidup sekitar perairan objek wisata tersebut.
Salah seorang wisatawan asal Kota Ternate, Sahrudin menyebut lokasi di objek wisata Pulau Meti memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya karena fasilitasi yang tersedia itu sangat cantik dan sejuk, sehingga dapat memberi rasa kenyamanan serta ketenangan saat berlibur di lokasi ini apalagi pada saat malam hari maupun saat pagi hari.
Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pulau Meti juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, agar lokasi objek wisata yang berdiri sejak tahun 2017 silam itu tetap terjaga dari cemaran sampah.
Dorong Ekonomi Warga
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara saat ini melakukan berbagai upaya, agar mendorong ekonomi warga di daerah ini untuk terus tumbuh ditengah situasi global yang semakin rumit dari dampak blokadenya Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah, akibat peperangan antara Iran bervesus Amerika Serikat dan Israel.
Salah satunya dengan mengajak para wartawan di Maluku Utara, khususnya yang liputan ekonomi untuk menggelar kegiatan ‘CAPACITY BUILDING MEDIA PARNER’ yang bertajuk “Sinergi Media Untuk Informasi Berkualitas dan Pariwisata Berlanjutan” dan lokasi kegiatan dipilih di Pulau Meti dan pelaksanaannya selama 4 hari.
Hal itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut, Fadhil Muhammad menyatakan alasan kegiatan tidak digelar diluar Provinsi Maluku Utara, karena bertujuan untuk membantu mempromosikan pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara maupun kabupaten/kota lain di Maluku Utara, agar bisa menarik minat kunjungan wisatawan baik domestik hingga manca negara untuk bisa mengunjungi ke provinsi yang dikenal dengan negeri para raja ini.
Jika tingkat kunjungan wisatawan ke Maluku Utara semakin meningkat maka tidak tertutup kemungkinan akan berdampak pada pendapatan ekonomi warga sempat.(Moko)










