Ternate – Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Maluku Utara, akan memanggil Nahkoda kapal KM Bunda Maria untuk dilakukan pemeriksaan terkait masalah kapal hingga terjadi kandas di perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate tujuan Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kita akan mendalami dengan memanggil nahkoda, mualim yang berjaga, mualim tiga hingga juru kemudi KM Bunda Maria untuk menghadap ke kantor,”kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli, Sugandi saat ditemui pada Jumat (14/08/2026).
Hal itu disampaikan pasca kejadian kandasnya kapal KM Bunda Maria di perairan Oba sekitar pukul 23 : 00 WIT setelah berangkat dari Pelabuhan Bastiong tujuan Pelabuhan Babang pada Kamis (13/08/2028) malam sekitar pukul 21 : 30 WIT.
‘Kita dalami untuk mengetahui apa si penyebabnya, sehingga kapal tersebut bisa kandas,”ungkapnya.
Sugandi menjelaskan, KM Bunda Maria diberikan izin berlayar, karena kondisi kapal dalam laik dan normal, sehingga diberikan izin pelayaran, tetapi dalam perjalanan kapal mengalami kejadian, padahal cuaca dilokasi kejadian juga normal.
“Untuk penumpang yang diangkut KM Bunda Maria sebanyak 142 orang sementara untuk muatan campuran dibawa sebanyak 5 ton,”kata Gandi.
Saat ini, lanjut dia, kapal KM Bunda Maria yang sudah kembali ke Kota Ternate melalui Pelabuhan Ahmad Yani. Kalau kapal ini mengalami kerusakan maka wajib dilaksanakan perbaikan dan diawasi oleh marine inspectur KSOP Kelas II Ternate untuk memastikan kapal laik laut sebelum diberikan Surat Persetujuan Berlayar.
Pada kesempatan ini, KSOP Kelas II Ternate juga mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Ternate, Polairud Polda Malut, Polsek Ahmad Yani, TNI AL hingga tim DVI Polda Malut yang sudah terlibat dalam operasi SAR hingga memastikan seluruh penumpang yang tiba di Pelabuhan Ahmad Yani dalam kondisi sehat dan aman.(**)
















