Usai Kembali Docking, Kapal KM Queen Marry Siap Beroperasi Melayani Warga Ternate Tujuan Jailolo

TERNATE – Kantor Agen di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menyampaikan jika Kapal Motor (KM) Queen Marry siap beroperasi untuk melayani warga dari Ternate tujuan Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat atau sebaliknya, setelah kapal tersebut baru kembali melakukan docking tahunan di Bitung, Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan, Perwakilan Kantor Agen Kota Ternate, Sulfia saat konfirmasi Publik MalutNews.id pada Rabu (30/09/2026) malam.

“Kapal Queen Marry Tadi pagi tiba sekitar pukil 09 : 00 WIT dari Bitung dan kapal itu sekarang sandar di Pelabuhan Dufa – Dufa,”kata dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim Marine Inspectur KSOP Kelas I Bitung menyebut kalau kapal Queen Marry juga laik laut, sehingga diberikan Surat Persetujuan Berlayar.

“Setelah docking kemudian kapal Queen Marry langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak KSOP Kelas I Bitung dan mereka menyampaikan kapal tersebut laik laut,”ujarnya.

Dia menyatakan, KM Queen Marry akan memulai beroperasi pada Kamis (01/10/2026) besok dengan pelayaran dari Pelabuhan Dufa – Dufa tujuan Pelabuhan Jailolo dan jadwal keberangkatannya sore sekitar pukul 15 : 00 WIT.

“Baru memulai beroperasi setelah pulang docking sejak tanggal 20 Agustus kemarin, sehingga bagi warga yang mau berangkat ke Jailolo atau sebaliknya kini kapal Queen Marry siap melayani mereka,”ungkapnya.

Menyinggung mengenai kondisi kapal yang sempat ditabrak oleh KM Permata Obi di Pelabuhan Jailolo dan insiden yang terjadi pada 17 Agustus kemarin itu, kata dia, semua kerusakan kapal sudah diperbaiki selama massa docking di Bitung dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh KSOP Kelas I Bitung.

“Kerusakaan saat insiden kemarin itu semua sudah diperbaiki, jadi kondisi kapal sekarang aman, karena semua navigasi sudah perbaiki, termasuk memperperbaharui fair alarm untuk mendeteksi ada yang merokok diatas kapal atau misalnya ada terjadi kebakaran begitu di atas kapal langsung fair alarm secara otomatis berbunyi. Hal ini dilakukan sebagai langka antisipasi dan kesiapsiagaan terjadi kecelakaan kapal selama dalam pelayaran,”jelasnya.(Moko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *