TERNATE – Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) melaporkan jika puluhan warga di daerah ini mengeluh jika mereka terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di daerah itu.
“Warga mengeluh, karena mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan,”kata Kepala Dinas Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma dalam keterangan tertulis yang diterima Publik Malutnews.id pada Selasa (13/10/2026).
Dia mengatakan, saat ini warga yang keluhan mengalami gangguan kesehatan itu, tercatat sebanyak 51 orang, sehingga ditangan langsung oleh tim medis dari Puskesmas Sulamadaha di Kecamatan Ternate Barat.
“Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan periode kabut asap akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Buku Deru – Deru di wilayah Kecamatan Ternate Barat. Namun peningkatan tersebut tidak serta merta dapat disimpulkan sebagai akibat langsung dari asap,”ujarnya.
Hal itu, kata dia diperlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor musim serta peningkatan penjaringan kasus oleh petugas di lapangan dan data kualitas udara.
“Meski demikian, dari sisi kehati – hatian (precautionary principle), Dinkes Kota Ternate tetap menganggap kabut asap sebagai risiko kesehatan, sehingga langkah mitigasi dengan penggunaan masker untuk perlindungan kelompok rentan tetap kami perkuat,”tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate.
Sebelumnya, Pemkot Ternate juga menetapkan Tanggap Darurat Bencana Penanganan Karhutla selama 14 hari dan terhitung sejak 2 – 15 Oktober mendatang, penetapan itu lantaran sejumlah wilayah di Kota Ternate ini dilanda kebakaran hutan dan lahan, sehingga ditetapkan Tanggap Darurat untuk penanganannya lebih serius dan efektif.(Moko)










