Respon Aksi Demo Warga Tawabi, Kadis Pendidikan Halmahera Selatan: Kepsek SDN 157 Dipanggil

Halsel – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Siti Khodijah menyampaikan akan memanggil Kepala Sekolah SDN 157 Desa Tawabi, Kecamatan Bacan Barat, Muslim Daeng bersama para staf guru. Pemanggilan mereka ke Dinas Pendidikan sebagai respon atas aksi demo yang digelar warga setempat beberapa hari lalu mengenai permintaan pencopotan terhadap Kepsek Muslim Daeng.

“Saya sedang panggil pihak terkait dan dijadwalnya pada hari Senin (14/09/2026),”kata Kadis Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah saat menjawab Konfirmasi Publik MalutNews.id pada pada Sabtu (12/09/2026) malam.

Dia menjelaskan, semua masalah harus dicermati dan untuk memberhentikan seorang Kepsek bukannya solusi, tetapi dikaji dulu masalahnya dan dicarikan solusi.

“Kita kaji dulu masalahnya apa? dan kita carikan solusinya seperti apa,”ungkap Kadis.

Sebelumnya, warga Desa Tawabi, Kecamatan Bacan Barat, pada Kamis (10/09/2026) menggelar aksi demo dengan memalang pintu sekolah SDN 157 menggunakan kayu balok. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga kepada Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khodijah, karena tidak bisa mencopot Kepsek Muslim Daeng dari jabatannya.

Aksi demo ini akan terus berlanjut hingga ada kepastian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan mengenai status Kepsek dan apabila Musliman Daeng tidak dicopot dan masih dipertahankan maka warga akan memboikot aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Alasan warga Desa Tawabi melakukan aksi demo itu pertama, karena Muslim Daeng selama ini menjabat sebagai Kepsek SDN 157 mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah tidak secara transparan, seperti Dan BOS dan Dana Afirmasi dan yang bersangkutan mengambil atau menggelapkan uang itu secara diam – diam untuk kepentingan pribadinya.

Kedua, warga Desa Tawabi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan untuk mencopot Muslim Daeng dari jabatan sebagai kepsek, karena yang bersangkutan tidak memberikan gaji salah seorang guru honorer di SDN 157 selama 2 tahun dan saat ini Muslim Daeng juga diduga bekerja sama dengan orang dalam di Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan untuk paksakan Bendahara Sekolah SDN 157 untuk bisa tanda tangan Laporan Pertanggungjawab (LPJ), agar Dana Bos bisa dicairkan.

Salah seorang Warga Desa Tawabi, Suhardi A Conoras saat dikonfirmasi menegaskan, jika Muslim Daeng tidak dicopot dari jabatannya sebagai Kepsek maka mereka akan melakukan aksi demo lebih besar, bahkan akan mengusir Muslim Daeng dari Desa Tawabi jika yang bersangkutan misalnya kembali ke desa nanti.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *