HALBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo fokus mengembangkan fasilitas pelabuhan di kabupaten itu untuk memperkuat konektivitas laut sebagai tulang punggung kemajuan ekonomi daerah.
“Fokusnya mengembangkan Pelabuhan Jailolo dan Pelabuhan Kedi, karena kedua pelabuhan ini memiliki peran vital sebagai pintu gerbang utama lalu lintas mobilitas masyarakat dan pengiriman barang di seluruh wilayah di Kabupaten Halmahera Barat,”kata Bupati Halmahera Barat, James Uang saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu (10/10/2026).
Pembahasan rencana strategis pengembangan Pelabuhan Jailolo dan Pelabuhan Kedi, yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Halmahera Barat dan rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Barat, James Uang, bersama Kepala KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamjim. Hadir pula unsur pimpinan daerah, staf teknis terkait, serta perwakilan instansi dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati menjelaskan jika Pelabuhan Jailolo dan Pelabuhan Kedi ini tidak sekadar tempat sandar kapal, tetapi ditargetkan menjadi kunci yang akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat.
“Dengan pengembangan yang terencana, kedua pelabuhan itu akan diubah menjadi pusat penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Halmahera Barat,”ujarnya.
Hal ini, lanjut Bupati, akan membuka peluang besar bagi perluasan jaringan perdagangan, peningkatan efisiensi layanan logistik, serta penguatan konektivitas antar – pulau baik dalam skala di Malut maupun terhubung dengan daerah lain di tanah air.
Sementara itu, Kepala KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamjim, saat dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, bahwa upaya pengembangan Pelabuhan Jailolo dan Pelabuhan Kedi merupakan langkah krusial untuk menjawab tantangan yang selama ini dialami masyarakat setempat.
“Selama ini, keterbatasan akses laut sering kali menjadi penghambat kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang antar wilayah di Kabupaten Halmahera Barat maupun daerah lain di Malut,”ungkapnya.
Oleh karena itu, kata Kepala KUPP Kelas III Jailolo, bahwa pengembangan kedua pelabuhan ini bertujuan mengatasi keterbatasan akses laut yang ada serta memperlancar penyaluran kebutuhan pokok masyarakat, hingga meningkatkan daya saing produk unggulan di Kabupaten Halmahera Barat.
“Dengan fasilitas yang lebih memadai, hasil bumi dan hasil laut dari masyarakat nantinya dapat diangkut dengan lebih aman, cepat, dan murah, sehingga mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas,”jelasnya.
Dia berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan KUPP Kelas III Jailolo dapat mempercepat realisasinya, sehingga secepatnya bisa dilakukan penyusunan desain teknis, pengalokasian anggaran, hingga tahap pelaksanaan pembangunan.
“Langkah ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya lapangan kerja baru, mengurangi kesenjangan wilayah, serta membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Halmahera Barat,”tutup Kepala KUPP Kelas III Jailolo. (Moko/Red)
















