JAKARTA – Tonggak penting dalam perjalanan organisasi TNI Angkatan Darat di wilayah Maluku Utara kembali ditandai dengan pelaksanaan alih komando dan pengendalian (Alih Kodal) dari Kodam XV/Pattimura kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha pada Jumat (16/10/2026).
Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus yang telah resmi mengemban amanah sebagai Pangdam sejak pelaksanaan serah terima jabatan pada 5 Oktober 2026, kini memasuki tahapan penting dalam penguatan organisasi dan pelaksanaan tugas kewilayahan melalui proses Alih Kodal tersebut.
Pelaksanaan Alih Kodal ini merupakan bagian dari langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam menata organisasi, memperkuat sistem komando dan pengendalian, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pertahanan di wilayah Maluku Utara. Sebelumnya, wilayah tersebut berada dalam tanggung jawab komando Kodam XV/Pattimura, yang meliputi wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Melalui proses Alih Kodal, tanggung jawab komando dan pengendalian kewilayahan di Maluku Utara beralih kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Peralihan tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokoknya secara mandiri, terarah, dan terpadu sesuai dengan kebijakan serta garis komando TNI Angkatan Darat.
Keberadaan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, khususnya dihadapkan pada karakteristik geografis Provinsi Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan yang memiliki posisi strategis, potensi sumber daya alam, serta dinamika sosial kemasyarakatan yang beragam.
Dalam konteks tersebut, penguatan organisasi kewilayahan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kemampuan satuan dalam melaksanakan pembinaan teritorial, mendukung kesiapsiagaan operasional, mempercepat koordinasi lintas wilayah, serta mengoptimalkan dukungan terhadap berbagai program pemerintah dan kepentingan masyarakat.
Selain memperkuat efektivitas komando dan pengendalian, pelaksanaan Alih Kodal juga menjadi landasan dalam membangun sistem kerja organisasi yang semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis, baik pada tingkat nasional maupun regional.
Sejalan dengan hal tersebut, Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan mengoptimalkan seluruh potensi satuan jajaran dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD di wilayah Maluku Utara.
Penguatan soliditas internal, peningkatan profesionalisme prajurit, kesiapan operasional satuan, serta pembangunan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha ke depan.
Di samping itu, sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, kondusif, dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Dalam arahannya sebagaimana tertuang pada konsep pemberitaan, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R, S.Sos menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dan berkesinambungan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, insan media dan masyarakat.
Komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesamaan pemahaman, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan berbagai kebijakan dan program TNI Angkatan Darat dapat tersampaikan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kasad juga menekankan pentingnya setiap satuan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sinergi dengan berbagai instansi, serta mengembangkan kemampuan adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan dinamika tantangan tugas yang terus berkembang.
Dengan terlaksananya Alih Kodal ini, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan semakin mampu menghadirkan organisasi kewilayahan yang kuat, profesional, dan memiliki kemampuan respons cepat terhadap berbagai perkembangan situasi di wilayah tanggung jawabnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi awal penguatan peran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat, menjaga stabilitas wilayah, serta mendukung terwujudnya Maluku Utara yang aman, maju, dan sejahtera.(**)










