Pemkot Ternate Tetapkan Masa Transisi Pemulihan Usai Akhiri Status Tanggap Darurat Penanganan Gempa Bumi

Kota Ternate207 Dilihat

Ternate – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Provinsi Maluku Utara, menetapkan masa transisi pemulihan selama 60 hari kedepan dan terhitung sejak Kamis (16/04) hari ini. Penetapan ini usai mengakhiri Status Tanggap Darurat Penangana Bencana Gempa Bumi selama 14 hari saat terjadi kejadian pada Kamis (02/04) kemarin.

Berdasarkan kesepatakan bersama melalui hasil rapat dengan mempertimbangkan masukan serta melihat situasi laporan dilapangan, maka Status Tanggap Darurat diakhiri.

Hal itu disampaikan Ketua Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Rizal Marsaoly pada Rabu (15/04) dengan menyebut pihaknya menetapkan 60 hari masa transisi ini untuk difokuskan melakukan pembersihan puing – puing bangunan yang rusak.

“Seperti bangunan rumah warga, gereja dan bangunan sekolah akibat diterjang gempa bumi beberapa waktu lalu,”ungkap Rizal selaku Sekda Kota Ternate.

Selain itu, kondisi kegempaan hingga saat ini berdasarkan laporan warga di Pulau Batang Dua sudah mulai menurun, sehingga sebagian dari mereka mulai kembali ke rumah mereka dengan catatan mereka mendirikan tenda dihalaman rumah untuk beristrhat malam hari , tetapi aktivitas lain mereka melaksanakan seperti biasa.

“Mereka mandi dan masak maupun lain tidak lagi ditenda pengungsi, terutama warga di Kelurahan Bido dan Lelewi , sedangkan warga Kelurahan lain seperti Kelurahan Mayau masih tinggal di kem – kem pengungsi,”kata dia.

Dia berharap meski situasi gemp bumi sudah menurun, tetapi warga dimint tetap waspada, sebab namanya bencana itu datang kapan saja.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa menyatakan hingga saat ini jumlah gempa bumi susulan terjadi sudah mencapai 1.600 kali sekian pasca gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (02/04) lalu.

“Tiga hari terakhir ini jumlah gempa susulan mulai turun dan diperkirakan sepekan lagi mudah – mudahan akan situasi semakin normal,”ujarnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *