Bangunan Gereja di Pulau Batang Dua Yang Rusak, Ketua Posko : Libatkan Unkhair Ternate Untuk Uji Struktur

Kota Ternate207 Dilihat

Ternate – Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi di Kota Ternate, Maluku Utara, Rizal Marsaoly menyebut pihak Pemkot akan melibatkan kampus Universitas Khairun (Unkhair) Ternate untuk melakukan uji struktur bangunan gereja yang rusak di sejumlah Kelurahan di Kecamahan Pulau Batang Dua akibat diterjang gempa bumi magnitudo 7,6 pada Kamis (02/04) kemarin.

Hal itu bertujuan untuk memastikan, agar struktur bangunan gereja yang rusak akibat diterjang gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (02/04) kemarin itu apakah benar – benar aman atau tidak.

“Saya akan berkoordinasi dengan Rektor Unkhair Ternate untuk meminta teman – teman dari Fakultas Tehnik, agar mereka bisa datang dan melakukan uji lab terkait dengan struktur bangunan dari beberapa gedung gereja yang konstruksinya perlu diuji ulang,”kata Rizal Marsaoly selaku Sekertaris Daerah Kota Ternate.

Dia menjelaskan, langkah ikhtiar dan kewaspadaan ini diambil, guna memastikan kelayakan dari struktur bangunan rumah ibadah gereja itu benar – benar aman atau tidak, sehingga tidak mengganggu warga saat mereka melaksanakan ibadah.

“Saya turun ke lokasi kemarin dan melihat memang bangunan – bangunan gereja di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua semuanya rusak, sehingga saya khawatirkan nanti terjadi sesuatu, sebab secara teknis balok bautnya tidak kuat, karena terdapat patahan,”ungkap Ketua Posko.

Rizal mengatakan, untuk bangunan rumah ibadah gereja yang dilaporkan mengalami kerusakan yakni tiga unit rusak ringan, lima unit rusak sedang dan enam unit rusak berat dan ditambah bangunan sekolah satu unit serta dua unit sarana umum.

Sementara untuk jumlah kerusakan rumah warga di Kecamatan Pulau Batang Dua yang meliputi 79 unit rumah ringan, 85 unit rusak sedang, sementara 61 unit mengalami rusak berat.

“Untuk Kecamatan Ternate Selatan, sebanyak tujuh bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan yakni empat unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak berat. Sementara untuk Kecamatan Ternate Utara dilaporkan sebanyak tujuh unit rumah warga dan semuanya hanya mengalami rusak ringan,”ujarnya.

Sedangkan, untuk Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Barat dan Kecamatan Pulau Ternate hingga Kecmatan Pulau Moti masing – masing dilaporkan mengalami satu unit bangunan rumah warga dengan rusak ringan.

“Jumlah pengungsian di Kecamatan Pulau Batang Dua tercatat sebanyak 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga,”

Atas kejadian itu, lanjut Rizal, Pemkot Ternate menetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa bumi di Kota Ternate selama 14 hari yang terhitung sejak 2 – 15 April mendatang.

Dia menambahkan, bantuan logistik baik dari Pemerintah Pusat maupun berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah hingga swasta di Maluku Utara telah disalurkan ke warga terdampak di Kecamatan Pulau Batang Dua,”katanya menambahkan.

Staf Operasional, BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Basri Kamaruddin dihubungi terpisah, pada Selasa pagi, menyatakan hingga memasuki hari ke enam pasca gempa bumi magnitudo 7,6 pada Kamis (02/04) kemarin saat ini sekitar pukul 09 : 30 Waktu Indonesia Timru tercatat terjadi gempa susulan sudah 1.241 kali, 24 kali di antaranya dilaporkan dirasakan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *