Perkuat Kolaborasi Pembangunan di Malut, Harita Nickel Bukber Bersama Jurnalis

Kota Ternate127 Dilihat

TERNATE – Dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah, perusahaan tambang nikel Harita Nickel menggelar buka puasa bersama puluhan jurnalis Maluku Utara di Ballroom Royal Resto, Ternate, Jumat (13/3/2026) Malam.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara perusahaan dan media, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Mengusung tema “Sinergi deng Kolaborasi, Maluku Utara Makin Maju”, acara tersebut dihadiri Community Development Manager Broto Suwarso, Vice President Public & Internal Affairs Ekhel Chandra Wijaya, Assistant Vice President Site Corporate Communications Joseph Sinaga, Education & Health Supervisor Ragil Pardiantoro, serta Local Media Engagement Supervisor Hijrah Ibrahim.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan media memiliki peran penting agar informasi terkait pembangunan di lingkar tambang dapat tersampaikan secara utuh dan berimbang kepada masyarakat.

Ia memaparkan sejumlah program unggulan perusahaan, di antaranya Beasiswa Harita Gemilang, program PELITA sebagai beasiswa vokasi multidisiplin, serta pengembangan Permukiman Baru Desa Kawasi di Pulau Obi.

Menurutnya, pengembangan kawasan baru di Kawasi tidak hanya berfokus pada pembangunan hunian, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan sektor agrikultur yang terintegrasi.

“Kami ingin keberadaan Harita Nickel dirasakan sebagai mitra tumbuh masyarakat. Kawasan baru di Kawasi kami dorong agar hidup secara ekonomi, dengan UMKM yang berkembang dan sektor pertanian yang terintegrasi,” ujarnya.

Broto juga menyebutkan bahwa pihaknya menginisiasi laboratorium pertanian terpadu Salam Kawasi untuk mendukung penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Sementara itu, Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga, memaparkan perkembangan industri pengolahan nikel di Pulau Obi, termasuk produk Elektrolitik Kobalt yang merupakan turunan dari proses High Pressure Acid Leach (HPAL).

Ia juga menjelaskan kontribusi unit bisnis PT Cipta Kemakmuran Mitra dalam memproduksi kapur tohor sebagai bagian dari ekosistem industri pengolahan nikel.

“Hilirisasi bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah di dalam negeri dan membangun ekosistem industri nikel yang bertanggung jawab. Ini merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi,” kata Joseph.

Perkembangan industri tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari dinamika global yang turut memengaruhi rantai pasok dan stabilitas komoditas nikel.

Dalam sesi diskusi, isu geopolitik global juga menjadi perhatian. Menanggapi pertanyaan media, Vice President Public & Internal Affairs Harita Nickel, Ekhel Chandra Wijaya, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga stabilitas operasional melalui diversifikasi produk, peningkatan efisiensi, serta pembukaan pasar baru.

Ia menambahkan bahwa Maluku Utara, khususnya Pulau Obi, memiliki peran penting dalam ekosistem rantai pasok nikel global.

“Obi adalah bagian dari rantai pasok strategis dunia, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk turunan untuk kebutuhan baterai. Karena itu, stabilitas operasional dan kolaborasi semua pihak menjadi sangat penting,” jelas Ekhel.

Melalui forum tersebut, Harita Nickel menegaskan bahwa pertemuan dengan media bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga momentum konsolidasi informasi untuk membangun transparansi berbasis fakta yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di tengah dinamika industri global dan arus informasi yang semakin cepat, dialog terbuka antara perusahaan dan media dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas serta memperkuat kolaborasi pembangunan di Malut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *