Ternate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali merayakan hari ulang tahun yang ke 53 yang jatuh pada 27 Maret dan usia yang sudah setengah abad ini mendapat harapan besar dari masyarakat untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi sebagai jasa perusahaan yang melayani angkutan penyeberangan kapal ferry di tanah air.
Harapan besar itu disampaikan Taher, salah satu tokoh masyarakat asal Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang menyampaikan selama ini kapal ferry yang melayani masyarakat di daerah ini sudah dinilai cukup baik, sebab sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah Terluar, Terpencil, Teringgal dan Perbatasan (3TP).
Namun, kata Tokoh Masyarakat Pulau Makian, perlu adanya perhatian serius dari Pemerintah Pusat mengenai penambahan kapal ke wilayah Provinsi Maluku Utara yang merupakan daerah kepulauan, sebab kapal ferry yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate selama ini sangat terbatas, sehingga sebagian wilayah yang berada di pulau terluar belum tersentuh layanan angkutan kapal ferry.
“Misalnya jadwal dari Kota Ternate ke Pulau Makian yang selama ini dilayani kapal ferry hanya tiga kali dalam sepekan, sementara mobilitas masyarakat di pulau itu cukup tinggi, karena rata – rata mereka yang berangkat dari Pulau Makian ke Kota Ternate akan membawa barang dari hasil perkebunan, sehingga perlu adanya penambahan angkutan kapal ferry, agar bisa menjangkau semua kebutuhan masyarakat,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, angkutan kapal yang selama ini beroperasi dari Kota Ternate ke Pulau Makian atau sebaliknya hanya kapal ferry dan speedboat, tetapi masyarakat tidak bisa berharap dengan jasa kapal cepat speddboat itu, sebab selain ukuran yang sangat keci dan tidak bisa mengangkut barang hasil perkebunan , apalagi ditambah di perairan Pulau Makian yang berhadapan langsung dengan Laut Maluku, yang dikenal dengan ombak yang sangat tinggi, sehingga sangat beresiko akan terjadi kecelakaan laut maka perlu adanya penambahan kapal ferry dengan ukuran yang besar untuk menjamin keselamatan pelayaran baik itu penumpang maupun barang.
“Kenapa masyarakat di Pulau Makian lebih suka naik kapal ferry, karena selain bisa membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat, juga biaya ongkos sewanya kapalnya sangat murah,”ujarnya.
Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah 3TP meminta kepada Pemerintah Pusat untuk perlu adanya perhatian serius untuk angkutan kapal ferry di Provinsi Maluku Utara.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Mushar Usman ketika dikonfirmasi terpisah mengucapkan berterima kasih kepada masyarakat di Provinsi Maluku Utara yang sudah mendukung layanan kapal ferry selama ini.
“Mengenai harapan masyarakat perihal penambahan kapal nantinya kami catat dan akan menyampaikan ke pusat dan kita berharap semoga bisa diakomodir,”kata Mushar Usman.(**)










