Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggelar rapat koordinasi bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Pemprov Maluku Utara (Malut) serta instansi terkait untuk membahas penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,6 diperairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang terjadi pada Kamis (02/04) kemarin.
Rapat Koordinasi yang dilakukan baik secara tatap muka maupun via zoom meting ini akan dipimpin langsung Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto yang didampingi Pelaksana Tugas Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Kolonel Inf. Hery Setiono di ruang VIP Pemda Bandara Sultan Baabullah Ternate.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto usai mengunjungi Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Magnitudi 7,6 di Kota Ternate pada Sabtu (04/04) siang mengatakan akan melaporkan kepada Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe mengenai rapat koordinasi dengan Pemprov Malut dan Pemda kabupaten/kota hingga instansi terkait yang dilaksanakan pada besok.
“Kemarin kita bersama dengan bapak Sekda Kota Ternate untuk mengecek secara langsung terhadap kondisi warga yang terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, hari ini kita kembali ke Ternate sekaligus melaporkan ke bapak Wakil Gubernur ya pak kalak, karena besok kita akan agendakan rapat koordinasi bersama Pemda,”ujarnya.
Tujuan dari rapat koordinasi dengan Pemda ini, kata Agus untuk melakukan langkah – langkah penanganan kedepannya.
“Untuk data – data saat ini masih dinamis ya, yang jelas mungkin lebih dari 300 jiwa ini mengungsi, walaupun begitu saat ini rumah mereka baru terdata baru 200 ya baik rusak ringan, rusak sedang maupun berat,”kata Agus.
Agus mengungkapkan, jika warga yang mengungsi itu, lantaran setiap saat masih terjadi gempa bumi susulan, sehingga mereka masih merasa ketakutan kalau kembali ke rumah.
Menyinggung mengenai dampak gempa bumi tidak hanya di Kota Ternate, tetapi kabupaten lain di Malut juga dilaporkan terkena dampak yang menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan.
“Hampir semua daerah terkena dampak, tetapi paling menonjol adalah Kota Ternate, khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua, sehingga ini menjadi titik fokus,”ungkapnya.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB menyatakan, saat ini berbagai pihak telah menyalurkan bantuan dan selanjutnya bantuan ini akan dibawa ke Kecamatan Pulau Batang Dua menggunakan kapal Basarnas Ternate.
“Kita sudah melaporkan dan bantuan kita dari pusat akan diterbangkan sekitar pukul 11 siang tadi dan bantuan ini nantinya disalurkan kepada pengungsi,”tegas Agus.
Sejauh ini belum ada tanggap darurat dalam penanganan bencana yang ditetapkan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, menurut Agus, semua akan ditentukan pada rapat koordinasi besok bersama Wakil Gubernur Malut.(**)










