Pemilik Cafe Istana Minta Lurah Gamalama Serius Bantu Mediasi Dengan Pengelola Hotel Muara Terkait Retaknya Bangunan Yang Jatuh

Kota Ternate230 Dilihat

Ternate – Pemerintah Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara diminta lebih serius untuk bantu mempertemukan antara pihak Pemilik Cafe Istana dengan pengelola Hotel Muara, agar bisa mencari solusi terkait masalah retak hingga jatuhnya puing bangunan gedung hotel yang mengenai atap rumah Cafe Istana, sehingga membuat pemilik Cafe Istana dan anggota keluarga lainnya saat ini dihantui rasa trauma dan ketakutan.

Hal itu diceritakan langsung oleh pemilik Cafe Istana, Abi Zeit kepada media ini pada Minggu (10/05) malam mengenai masalah retak hingga jatuhnya puing – puing bangunan gedung Hotel Muara pada saat terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,6 pada Kamis (02/04/2026) lalu yang mengenai atap rumah Cafe Istana mereka, sehingga membuat mereka rasa trauma dan rasa ketakutan, sebab kalau masalah ini dibiarkan terus menerus maka ini akan menjadi ancaman keselamatan mereka saat ini.

“Kenapa saya mengharapkan kepada Pemerintah Kelurahan Gamalama, karena selain saya sudah melaporkan masalah ini, ini pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate juga sudah menyurati Pemerintah Kelurahan Gamalama perihal masalah retak dan jatuhnya puing – puing bangunan gedung Hotel Muara, sehingga pada kesempatan ini saya berharap pak Lurah untuk bisa melakukan mediasi dengan mempertemukan dengan pihak pengelola Hotel Muara,”ungkapnya.

Sebab, kata Abi zeit, saat kejadian ia sudah menyampaikan masalah kepada pengelolah Hotel Muara pada saat diadakan pertemuan di Cafe Istana pada Jumat (03/04/2026) sore dan saat itu dalam pertemuan mereka berjanji akan secepatnya menyelesaikan masalah tersebut, tetapi hingga sampai saat ini pihak pengelola Hotel Muara sendiri belum memberikan penjelasan lebih lanjut, bahkan pengelolah bernama Fitrah sendiri sudah memblokir nomor kontak dan sekarang ia tidak bisa menghubungi mereka lagi.

Dia menjelaskan, saat pertemuan itu dirinya hanya meminta kepada pihak pengelola Hotel Muara untuk bisa menunjukan Legalitas layak gedung, tetapi respon mereka dengan menyebut nanti akan ditunjukan. Selain itu pihak pengelola Hotel Muara juga dinilai semacam menghindari masalah ini, karena terbukti sampai sekarang mereka tidak bisa ditemui.

“Makanya saya meminta kepada pak Lurah Gamalama selaku pemerintah untuk bisa membantu dengan mediasi untuk bisa mempertemukan dengan pihak pengelola Hotel Muara biar sama – sama bisa mencari solusi, agar masalah ini secepatnya mendapat titik terang, kalau ini terus dibiarkan kasiang kami sebagai warga mau bisa apa,”jelasnya.

Pemilik Cafe Istana mengharapkan bantuan kepada pemerintah dalam hal ini pihak Pemerintah Kelurahan Gamalama untuk menfasilitasi sekaligus membantu menyelesaikan masalah tersebut, karena istri dan anaknya masih dihantui dengan rasa trauma dan ketakutan dengan kejadian gempa bumi beberapa waktu lalu yang membuat retak dan jatuhnya puing – puing bangunan gedung Hotel Muata yang mengenai atap rumah Cafe Istana yang mereka tempati saat ini.

Sementara itu, Lurah Gamalama, Mochtar Umasangadji saat dihubungi terpisah pada Kamis (07/05/2026) malam menyatakan siap akan melakukan mediasi, tetapi saat ini pengelolah Hotel Muara masih ada di Jakarta.

“Saya sudah telepon dengan pemilik dorang dan dorang ada di Jakarta, saya bilang bilang mau mediasi katanya dorang sudah bakudapa dengan Pemilik Iman Noce,”kata Lurah Gamalama dalam balasan pesan Whatsapp.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *