Ternate – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Ternate, Maluku Utara, resmi memberlakukan Integrated Port Access System (IPAS) dengan pemasangan gate barrier di Pelabuhan Bastiong, di Kota Ternate. Kebijakan ini merupakan bagian dari instruksi langsung kantor pusat PT Pelindo untuk menerapkan sistem akses masuk setiap pelabuhan secara digital di seluruh wilayah operasional.
General Manager (GM) PT Pelindo Regional 4 Ternate, Anwar Pae saat ditemui pada Rabu (22/07/2026) sore mengatakan penerapan gate barrier di Pelabuhan Bastiong sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Tetapi, realisasinya baru dapat dilaksanakan setelah PT Pelindo menjalin kerja sama dengan PT Easybook sebagai mitra penyedia sistem.
“Penerapan IPAS Ini merupakan arahan dari pusat untuk seluruh pelabuhan dibawa operasional PT Pelindo secara bertahap harus menggunakan gate barrier. Untuk di Ternate sendiri, sistem ini sudah lebih dulu diterapkan di Pelabuhan Ahmad Yani, sementara di Pelabuhan Bastiong sendiri baru mulai diberlakukan.
Sebelum diberlakukan secara penuh, PT Pelindo melakukan uji coba selama tiga hari. Menurut Anwar, selama masa uji coba ditemukan sejumlah kendala, terutama karena masyarakat di daerah ini masih belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.
“Selama ini masyarakat terbiasa dengan pembayaran manual atau tunai. Sekarang diarahkan menggunakan sistem digital. Namun jika ada pengguna yang kesulitan, petugas dari PT Easybook tetap siap pintu masuk maupun pintu keluat untuk membantu proses pembayaran secara manual,”ungkapnya.
Anwar menjelaskan, sosialisasi telah dilakukan jauh sebelum sistem diterapkan, mulai dari pemasangan spanduk di area pelabuhan hingga penyebaran informasi melalui media massa maupun media sosial milik PT Pelindo.
“Memang kendala utamanya karena masyarakat belum terbiasa. Tetapi kami optimis ke depan masyarakat akan semakin memahami dengan sistem yang diberlakukan,”ujarnya.
Adapun tarif masuk Pelabuhan Bastiong melalui sistem IPAS, yakni Pejalan kaki Rp2.000, Kendaraan roda dua Rp5.000, Kendaraan pribadi dan angkutan umum, Rp6.000, Truk: Rp8.000, Gerobak Rp10.000.
Terkait pengembangan Pelabuhan Bastiong, Anwar mengakui ruang pengembangan cukup terbatas karena lokasi pelabuhan diapit kawasan pasar dan permukiman warga.
“Kalau untuk pengembangan besar memang cukup sulit karena kondisi lahan yang terbatas. Untuk sementara kami fokus pada pembenahan fasilitas di dalam pelabuhan,”cetus Anwar.
Sejumlah peningkatan fasilitas yang telah dilakukan antara lain renovasi terminal penumpang, pemasangan kursi baru, CCTV, layanan WiFi, televisi di ruang tunggu, serta penataan area parkir untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jasa selama berada pelabuhan yang tersibuk di Kota Ternate itu.(**)










