Kampanye Keselamatan Pelayaran, Kantor Cabang PT Pelni Ternate : Tindaklanjut Instruksi Dari Kemenhub

Ternate – Kantor Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Ternate, Provinsi Maluku Utara menyatakan pihaknya terus mendukung tugas regulator dalam melakukan kampanye terkait pemeriksaan keselamatan pelayaran kapal yang dilakukan secara terintegrasi. Hal ini untuk menindaklanjuti Instruksi langsung dari Kementerian Perhubungan Nomor 3 Tahun 2026.

“Kemudian dari Instruksi Kemenhub Nomor 3 Tahun 2026 itu diturunkan melalui SKJBL Nomor 373 Tahun 2026, saya lupa nanti tolong dikoreksi 372 atau 427 itu berkaitan dengan tugas pengawasan dari regulator untuk kampanye pemeriksaan kapal secara terkonsentrasi (Concentrated Inspection campaign/CIC) untuk peningkatan Keselamatan Berlayar, khususnya dilingkungan wilayah kerja Pelabuhan Ternate,”kata Kacab PT Pelni Ternate, Amin Amrulloh yang ditemui Publik MalutNews.id diruang kerjanya pada Jumat (28/08/2026) sore.

Dia menjelaskan, PT Pelni sendiri sangat mendukung terkait dengan kampanye Keselamatan Berlayar, karena sebagai Operator Kapal yang melayani penumpang dari pelayaran rute wilayah Barat Indonesia hingga sampai tujuan wilayah Pelosok Timur Indonesia atau sebaliknya tetap mengutamakan keselamatan penumpang maupun barang yang diangkut.

“Memang terkait kampanye keselamatan berlayar ini sudah menjadi kebijakan perusahan pelayaran dalam hal ini PT Pelni pihaknya berkomitmen dan patuh terhadap aturan keselamatan berlayar, baik yang bersifat Internasional hingga aturan yang berlaku di dalam negeri,”ungkap Mantan Kacab PT Pelni Biak itu.

Oleh karena itu, kata Amin, setiap anak buah kapal (ABK) yang bertugas tetap menjalankan aturan yang ditetapkan pihak perusahan, misalnya setiap ABK yang bertugas diatas kapal mereka diwajibkan harus memahami manual SMC.

“Jadi manual itu terkait pedoman bagaimana persiapan mereka saat menghadapi situasi kondisi darurat saat terjadi kejadian diatas kapal, berikutnya bagaimana keterampilan kesiapsiagaan para awak kapal, di antaranya harus melatih mereka melakukan penanganan dilakukan secara simulasi, tujuannya untuk melatih diri, agar saat terjadi kejadian mereka pada prinsipnya tidak panik dan harus siap serta para ABK juga diminta dilatih untuk bisa mengevakuasi para penumpang,”ujar Kacab PT Pelni Ternate.

Selanjutnya, lanjut Amin, para ABK juga dilatih bagaimana mereka meninggalkan kapal saat dalam kondisi darurat dan diharuskan mereka meninggalkan kapal itu dengan cara bagaimana mereka mengaktifkan sikoci untuk digunakan sebagai alat keselamatan.

“Untuk kelengkapan peralatan keselamatan pelayaran yang sediakan di kapal Pelni sudah lengkap dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara.”kata Amin Amrulloh.

Bagaimana tingkat pengawasan untuk mendukung keselamatan berlayar, menurut Amin, selama ini untuk kapal PT Pelni sendiri terus dilakukan pemeriksaan secara berkala yang dilakukan pihak berwenang dalam hal ini Direktorat Perhubungan Laut cq. KSOP setempat sebagai regulator dan pemeriksaan itu dilakukan saat kapal sedang menjalani docking.(Moko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *