TERNATE — Kisruh internal di DPRD Kota Ternate yang mencuat ke ruang publik terkait dugaan pelanggaran etika dan perilaku anggota dewan mendapat sorotan dari mantan Anggota DPRD Kota Ternate dua periode, Moezakir Dodaradaga, Senin (4/5/2026).
Kisruh tersebut bermula dari langkah Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi. Ibrahim, yang melaporkan 29 anggota DPRD ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Maluku Utara terkait dugaan perjalanan dinas fiktif dan kasus dugaan suap Villa Lego Montana kepada lembaga DPRD.
Moezakir yang akrab disapa Jek menilai, persoalan tersebut menunjukkan lemahnya peran Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate sebagai alat kelengkapan dewan dalam menjaga etika anggota dan marwah lembaga.
“Saya pribadi merasa miris dan prihatin dengan peran BK DPRD Kota Ternate dalam menjalankan tugas mereka. BK seharusnya berperan aktif menggunakan kode etik dan tata beracara BK secara internal kelembagaan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap perilaku anggota yang membuat kisruh dan mencederai lembaga DPRD,” tegasnya.
Mantan legislator periode 2014–2019 dan 2019–2024 itu menyebut, apabila BK menjalankan fungsi dan kewenangannya secara maksimal, persoalan tersebut tidak akan meluas hingga menjadi konsumsi publik.
“Saya curiga pimpinan dan anggota BK DPRD Kota Ternate tidak pernah membaca tata beracara dan kode etik lembaga DPRD. Karena jika mereka memahami aturan tersebut, tentu kewenangan mereka digunakan dengan baik dan masalah ini cukup menjadi problem internal, tidak sampai mencuat menjadi opini publik,” ujarnya.
Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD, Moezakir mengaku masih terus memantau perkembangan dan kinerja lembaga legislatif tersebut, termasuk menjaga marwah DPRD Kota Ternate.
Ia bahkan meminta fraksi-fraksi di DPRD Kota Ternate segera melakukan evaluasi terhadap komposisi BK saat ini.
“Fraksi-fraksi perlu bersikap. Segera evaluasi atas kelalaian dan kelemahan komposisi BK saat ini, cabut keanggotaan BK sekarang, lakukan pergantian dan buat mosi tidak percaya. BK DPRD Kota Ternate gagal total,” tandasnya. (**)










