TERNATE — Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Halmahera Barat–Kota Ternate, Iswanto, menggelar reses di Kelurahan Jati, Kota Ternate, Rabu (13/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik hingga kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Iswanto menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat dan menyerap aspirasi warga di daerah pemilihannya.
“Sebagai anggota DPRD, kami berkewajiban menyerap aspirasi masyarakat, meskipun mungkin belum semua warga di Kelurahan Jati terlalu akrab dengan saya. Reses ini menjadi momentum untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Iswanto di hadapan warga.
Ia menjelaskan, tugas DPRD tidak hanya membuat regulasi atau legislasi, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan serta memperjuangkan anggaran demi kepentingan masyarakat luas.
“DPRD memiliki fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran. Karena itu kami harus turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar diperjuangkan,” katanya.
Menurut Iswanto, pelaksanaan reses hampir sama dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), karena sama-sama menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang nantinya masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Iswanto juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalami pemotongan anggaran hingga sekitar Rp800 miliar, sementara Pemerintah Kota Ternate juga terkena pengurangan anggaran hampir Rp100 miliar.
“Karena kondisi keuangan negara saat ini, tahun depan juga diperkirakan ada efisiensi sekitar Rp200 miliar. Sumber anggaran pemerintah berasal dari PAD melalui pajak dan retribusi, sementara sisanya berasal dari dana perimbangan seperti DAK dan DAU,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor yang mencapai sekitar Rp900 miliar harus benar-benar terdistribusi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pajak yang dibayar masyarakat harus kembali untuk kepentingan publik, baik pembangunan maupun pelayanan sosial,” tegasnya.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat Kelurahan Jati. Salah satunya datang dari Abukarim Tukuboya yang meminta agar rumah tidak layak huni di wilayah tersebut dapat diinventarisasi untuk kemudian dibantu melalui program pemerintah.
“Kami berharap rumah-rumah warga yang sudah tidak layak huni bisa didata sehingga dapat memperoleh bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Limatahu, mengusulkan pembangunan jembatan penghubung antara RT 13 dan RT 14 yang hingga kini belum terealisasi meskipun telah lama diusulkan masyarakat.
“Jembatan penghubung ini sudah puluhan tahun diharapkan warga karena sangat penting untuk akses masyarakat,” katanya.
Aspirasi lain juga disampaikan oleh Adam yang berharap berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan DPRD demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Iswanto menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang masuk dengan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan terhadap program-program yang belum terealisasi.
“Kami akan terjunkan tim untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Jika ada program yang memang belum terealisasi, akan kami usulkan ke dinas terkait agar bisa menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD merupakan hak lembaga legislatif yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Pokok pikiran DPRD itu hak lembaga yang harus ditindaklanjuti untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Jati, Arafik Gapang, berharap kehadiran anggota DPRD melalui kegiatan reses dapat membantu mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Kami berharap aspirasi masyarakat Kelurahan Jati dapat diperjuangkan dan diakomodir oleh Pak Iswan selaku wakil rakyat,” kata Arafik.
Kegiatan reses tersebut berlangsung interaktif dengan dihadiri tokoh masyarakat, aparat kelurahan, pemuda dan warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka. (**)










