Ini Alasan Aktivitas Masyarakat di Maluku Utara Tak Lepas Dari Peran Penting PT ASDP

TERNATE – Mobilitas masyarakat di Provinsi Maluku Utara selama ini tak lepas dari peran penting layanan transportasi laut, sebab daerah ini merupakan daerah kepulauan, sehingga sebagian besar aktivitas mereka harus membutuhkan layanan kapal angkutan laut.

Tak hanya aktivitas sosialnya, tetapi aktivitas ekonomi pun demikian, sehingga layanan angkutan laut di daerah ini sangat menjadi sentral penting untuk mendukung konektivitas masyarakat antar – pulau di sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara.

Salah satu yang menjadi peranan penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama ini yakni layanan angkutan penyeberangan kapal ferry yang dapat memaksimalkan pelayarannya hingga mencakup wilayah yang berada di kawasan tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

Misalnya masyarakat di Pulau Makian yang berada di salah satu wilayah 3TP di Kabupaten Selatan, selama ini mereka mengandalkan transportasi laut menjadi sarana penting saat bepergian.

Taher salah seorang warga Desa Tagono di Pulau Makian mengaku bahwa wilayah itu setiap hari hanya dilayani transportasi kapal cepat atau speedboat, sementara angkutan kapal lain sendiri sejauh ini hanya angkutan penyebarangan kapal ferry.

Meski angkutan penyeberangan milik PT ASDP Indonesia (Persero) dari Cabang Ternate itu hanya beroperasi dua kali dalam minggu, tetapi layanan ini juga sangat berarti bagi masyarakat di Pulau Makian, karena alasannya mereka bisa berbelanja barang logistik di Kota Ternate dan mengangkut langsung dengan kendaraan untuk menyeberangan menggunakan kapal ferry.

“Kalau barang logistik diangkut menggunakan kapal cepat atau speedboat selain dibatasi, karena kapasitas muatan terbatss, juga biaya sewanya sangat mahal, sedangkan untuk kapal ferry sendiri sangat penting dengan jaminan keamanan keselamatan juga aman serta biaya ongkos masih terjangkau,”ungkapnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah dan pihak PT ASDP untuk bisa menambah armada kapal ke Provinsi Maluku Utara, sehingga pelayaran ke Pulau Makian dan wilayah 3TP lain di Kabupaten Halmahera Selatan yang merupakan lintasan perintis itu bisa lebih optimal untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi pengiriman logistik lebih muda dan lancar.

Sementara itu, pihak PT ASDP Indonesia (Persero) Cabang Ternate, menyampaikan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong memegang peranan penting bagi masyarakat di Kota Ternate dan daerah lainnya di Maluku Utara, karena memiliki posisi yang sangat strategis serta menjadi salah satu simpul utama mobilitas masyarakat dari Kota Ternate menuju berbagai wilayah di Maluku Utara.

“Sebagai daerah kepulauan, transportasi penyeberangan bukan hanya menjadi pilihan, tetapi merupakan bagian penting dalam mendukung konektivitas antar – pulau. Melalui Pelabuhan Bastiong, mobilitas masyarakat, kendaraan, distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga pariwisata dapat terus bergerak,”kata General Manager PT ASDP Cabang Ternate, Erlistya Wahyudi saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/09/2026).

Dia menggambarakn Pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong bukan sekadar tempat kapal datang dan berangkat, tetapi menjadi salah satu penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Maluku Utara.

“Kami menghadirkan layanan penyeberangan yang melayani penumpang maupun kendaraan melalui Pelabuhan Bastiong. Pelayanan kami dimulai dari proses ticketing, pelayanan penumpang dan kendaraan di area pelabuhan, pengaturan proses embarkasi dan debarkasi, sampai dengan pelayanan kapal selama penyeberangan,”tuturnya.

Selain itu, dalam setiap proses pelayanan, pihaknya terus berupaya memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran pelayanan tetap menjadi perhatian utama untuk melayani masyarakat maupun pengiriman logistik maupun barang dari dan ke Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong.

“Untuk saat ini, melalui Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong melayani beberapa lintasan penyeberangan yang menghubungkan Kota Ternate dengan daerah lain di Maluku Utara, di antaranya lintasan Bastiong – Sofifi, Bastiong – Sidangole, Bastiong – Rum, Bastiong tujuan Pulau Moti, Pulau Makian hingga sampai ke Pulau Bacan serta lintasan antar Propinsi berupa rute Bastiong tujuan Bitung, Sulawesi Utara.

Lintasan-lintasan tersebut. Kata dia, memiliki karakteristik dan kebutuhan pengguna jasa yang berbeda, baik untuk mobilitas masyarakat sehari – hari, kendaraan maupun distribusi logistik. Selain kapal yang dioperasikan ASDP, pelayanan penyeberangan di Bastiong juga menjadi bagian dari suatu ekosistem transportasi yang melibatkan berbagai stakeholder.

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya jumlah armada kapal, tetapi bagaimana armada tersebut dapat beroperasi secara aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah ini,”ujar General Manager.

Saat ini terdapat sebanyak 13 unit armada kapal yang dilayani di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong, di antaranya delapan unit armada kapal milik PT ASDP dan lima unit armada kapal dari pihak Swasta. yang mendukung pelayanan pada lintasan-lintasan yang dilayani melalui Pelabuhan Bastiong.

“Ke depan, fokus kami adalah bagaimana pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Bastiong semakin mudah, aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Salah satu arah yang terus PT ASDP dorong adalah digitalisasi pelayanan, termasuk pengembangan layanan ticketing yang semakin mudah bagi pengguna jasa. Selain itu, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap fasilitas pelayanan, pola operasional, serta potensi pengembangan konektivitas penyeberangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan wilayah.

“Kami juga melihat bahwa Provinsi Maluku Utara memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar. Oleh Karena itu, PT ASDP ingin terus mengambil peran dalam membuka konektivitas dan memberikan pelayanan penyeberangan yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut,”tegas General Manager PT ASDP Cabang Ternate.

Dia berharap, jika masyarakat yang datang ke Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong tidak hanya mendapatkan layanan untuk menyeberang dari satu pulau ke pulau lainnya, tetapi benar – benar merasakan bahwa PT ASDP hadir untuk menghubungkan masyarakat di daerah ini untuk bisa mengembangkan peluang usaha berbagai sektor dengan aman dan lancar. (Moko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *