TERNATE – Pusat perbelanjaan Mall Jati Land di Kota Ternate, Maluku Utara disorot terkait kelayakan operasional. Sejumlah fasilitas vital yang berkaitan dengan perlindungan pengunjung dan pengendalian lingkungan diduga tidak berfungsi.
Informasi tersebut diungkapkan salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan saat dikonfirmasi media ini, pada Selasa (13/10/2026).
Menurut sumber tersebut, mengaku ada dua fasilitas utama yang diduga bermasalah, yakni Sewage Treatment Plant (STP) dan sistem pemadam kebakaran otomatis atau sprinkler.
Untuk fasilitas STP atau Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik, sumber menyebut diduga tidak berfungsi selama 3 tahun terakhir.
“STP dalam sistem pengololaan limbah adalah Sewage Treatment Plant – Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik diduga tidak berfungsi lagi selama 3 tahun terakhir,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, fungsi STP sangat penting untuk mengolah air limbah dari toilet, dapur, kamar mandi, dan area cuci, agar aman dibuang ke lingkungan.
“Secara sederhana, STP adalah sistem yang mengolah air limbah domestik, agar tidak mencemari tanah atau sumber air,” jelasnya.
Dia merinci fungsi utama STP meliputi pemisahan padatan dan cairan, penguraian polutan secara biologis menggunakan bakteri, proses disinfeksi untuk membunuh bakteri berbahaya, serta penurunan kadar BOD, COD, dan TSS agar memenuhi baku mutu lingkungan.
“Tanpa STP, air limbah domestik yang langsung dibuang ke selokan atau sungai akan mengandung bakteri coli, amonia, dan bahan kimia yang menyebabkan pencemaran dan bau dan ini dampak negatifnya bagi masyarakat sekitar” katanya.
Selain STP, lanjut dia, fasilitas sprinkler atau Fire Sprinkler System yang berada di plafon dan dinding atas gedung juga diduga tidak berfungsi.
“Sprinkler itu alat yang sangat penting guna melindungi pengunjung apabila terjadi musibah kebakaran. Tapi kuat dugaan tidak berfungsi lagi alias rusak,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, sprinkler bekerja otomatis saat suhu ruangan mencapai 68 derajat Celcius, di mana tabung kaca berisi cairan di dalamnya akan pecah dan menyemprotkan air bertekanan.
Sumber tersebut menduga tidak adanya perbaikan terhadap fasilitas tersebut terkait dengan upaya menghindari biaya perbaikan.
“Saya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate maupun DLH Provinsi Maluku Utara untuk segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terkait masalah itu dan jita masalah ini dibiarkan maka berharap aparat Penegak Hukum untuk ikut menyelidiki,”tegasnya.
Sementara itu, Pemilik Mall Jatiland Ternate yang akrab disapa Ko Apak, ketika ditemui di Toko Moderen di Kelurahan Gamamala pada Rabu (14/10/2026), menyatakan persoalan itu dirinya menyerahkan sepenuhnya ke ke Manager Pengelola Mall Jatiland Ternate.
“Silahkan konfirmasi langsung ke Manager Mall Jatiland bernama cros, karena saya tidak tau masalahnya,”singkat Ko Apak.
Sedangkan, Manager Pengelola Mall Jatiland Ternate ketika dikonfirmasi terpisah belum memberikan tanggapan hingga berita ini dipublikasi. (**)
















